Dinpertan Banyumas Buktikan Efektivitas Pertanian Industrial, Program G 10 T Percepat Masa Tanam

Berita Advertorial
Caption Foto : Panen di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas menghasilkan 6 ton per hektar.(Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas terus membuktikan efektivitas penerapan pertanian industrial sebagai langkah nyata mendukung swasembada pangan. Melalui uji coba di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, konsep pertanian modern tersebut berhasil menghasilkan panen hingga 6 ton gabah per hektar meski berlangsung pada musim kemarau.

Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa transformasi dari pertanian konvensional menuju pertanian industrial berbasis teknologi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat siklus tanam. Tidak hanya berorientasi pada hasil panen, program ini juga mengintegrasikan pengelolaan lahan, mekanisasi pertanian, hingga percepatan tanam melalui Gerakan 10 Hari Tanam (G 10 T).

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jatilawang, Katarina Agus Setyo Rini SP mengatakan, hasil panen perdana dari penerapan pertanian industrial tergolong sangat baik mengingat kondisi cuaca saat ini yang memasuki musim kemarau.

"Untuk hasil 6 ton per hektar cukup bagus, karena sekarang musim kemarau. Wilayah yang panen sekitar 4 hektar, yang tersebar pada dua lokasi," jelas Katarina, Senin (3/8/2026).

Produktivitas tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok tani lain di Banyumas untuk mulai menerapkan sistem pertanian modern yang lebih efisien dan berbasis teknologi.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Caption : Caption Foto: Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Kolaborasi Jadi Pondasi Pertanian Industrial

Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM menjelaskan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara kelompok tani dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), distributor alat dan mesin pertanian, serta Pupuk Kaltim.

Menurutnya, konsep pertanian industrial dibangun dengan pola manajemen layaknya sebuah perusahaan sehingga seluruh proses produksi dapat berjalan lebih terencana dan efisien.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

"Perubahan pertanian tradisional menuju industrial ini harus didorong dengan adanya manajerial perusahaan, sehingga digandeng BUMDes sebagai motor penggerak. Kemudian dibentuk tim panen, tim pengolahan lahan pascapanen, tim tanam, hingga tim pengendalian hama dan penggunaan alat-alat mesin pertanian," terangnya kepada Orbit-News.com.

Dengan sistem tersebut, seluruh tahapan dilakukan secara terintegrasi mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Model ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Caption : Caption Foto : Usai panen, petani di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas langsung melakukan pengolahan lahan untuk melaksanakan program Gerakan 10 Hari Tanam. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Program G 10 T Percepat Siklus Tanam

Baca juga: UPZ LPPSLH Diluncurkan, Dana ZIS Diarahkan untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat

Salah satu inovasi unggulan dalam pertanian industrial yang diterapkan Dinpertan Banyumas adalah Gerakan 10 Hari Tanam (G 10 T). Program ini dirancang untuk mempercepat masa tanam setelah panen sehingga petani memiliki peluang melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun.

Arif menjelaskan, begitu panen selesai menggunakan combine harvester, lahan langsung diolah menggunakan alat dan mesin pertanian modern. Selanjutnya dilakukan penyemprotan dekomposer menggunakan drone untuk mempercepat proses pemulihan kondisi tanah.

Setelah lahan dipulihkan selama sekitar tujuh hari, petani dapat langsung melakukan penanaman kembali karena bibit telah lebih dahulu disiapkan sejak masa panen berlangsung.

"Jadi sewaktu panen, petani sudah mulai menyemai bibit padi, sehingga 10 hari sejak panen sudah langsung bisa ditanam," tuturnya.

Menurut Arif, percepatan siklus tanam melalui G 10 T menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan produksi padi di Banyumas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. 

Baca juga: Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026: Dari Pemerataan Pembangunan hingga Peran Perempuan Jadi Sorotan

Penerapan pertanian industrial juga menjadi bagian dari transformasi menuju smart farming yang memanfaatkan teknologi modern dalam setiap tahapan budidaya. Pemanfaatan drone untuk penyemprotan, penggunaan alat mesin pertanian modern, hingga sistem kerja yang lebih profesional membuat sektor pertanian kini semakin efisien dan menarik bagi generasi muda.

"Generasi muda harus tahu bahwa pertanian sekarang sudah menjadi smart farming. Pembenahan lahan menggunakan drone hanya membutuhkan waktu singkat. Para petani muda mulai bermunculan, pengusaha muda pengelola pertanian juga ada di tiap wilayah dan diharapkan percepatan produksi pangan terwujud," kata Arif.

Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Kehadiran petani milenial dengan kemampuan mengoperasikan teknologi modern diharapkan mampu mempercepat transformasi pertanian Banyumas menuju sistem yang lebih maju dan berdaya saing.

Keberhasilan uji coba pertanian industrial di Desa Tinggarjaya menjadi bukti bahwa modernisasi sektor pertanian mampu memberikan hasil nyata. Dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak serta penerapan Program G 10 T, Dinpertan Banyumas optimistis produktivitas pertanian akan terus meningkat, sehingga target swasembada pangan dapat tercapai sekaligus membuka peluang lahirnya lebih banyak petani modern yang siap menghadapi tantangan pertanian di masa depan. (*)

Baca juga: Pendaftar Komisi Informasi Jateng Tembus 177 Orang

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: