ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas terus memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat musim tanam, meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Beragam alsintan yang diserahkan meliputi combine harvester, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, traktor crawler, hingga berbagai peralatan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, mempercepat proses tanam, serta mendorong peningkatan hasil panen petani di Kabupaten Banyumas.
Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan peluncuran Gerakan 10 Hari Tanam (G 10 T) di kantor Dinpertan Banyumas, Sabtu (11/7/2026), sebagai salah satu strategi percepatan tanam yang diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM mengatakan, pemerintah terus memberikan dukungan berupa mekanisasi pertanian agar target produksi pangan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Tahun 2026 ini target kita adalah lebih dari 389 ribu ton. Ini merupakan amanah untuk menyejahterakan rakyat, sebab jika percepatan tanam gagal maka akan berimbas pada keseimbangan pangan dan kesejahteraan petani," kata Arif.
Baca juga: Lepas KKN UIN Saizu 2026, Taj Yasin Dorong Mahasiswa Bantu Validasi Data Kemiskinan
Menurutnya, bantuan alsintan bukan sekadar memenuhi kebutuhan peralatan pertanian, tetapi menjadi salah satu kunci percepatan tanam yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani.
Arif menjelaskan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, alat, maupun sumber daya manusia. Kemampuan dalam mengelola usaha tani secara baik juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga pelaku usaha pertanian untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
"Jangan sampai Pak Camat tidak tahu berapa jumlah alsintan di wilayahnya, karena Pak Camat merupakan CEO usaha pertanian di wilayahnya," tegas Arif.
Banyumas Terima Dukungan Infrastruktur Pertanian Rp219 Miliar
Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Ir. Junaidi MT, yang hadir mewakili Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan bahwa Banyumas menjadi salah satu daerah yang memperoleh dukungan besar dari pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian. Ia menyebutkan, total bantuan yang diterima Kabupaten Banyumas untuk mendukung infrastruktur ketahanan pangan mencapai sekitar Rp219 miliar.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan embung di Alasmalang, Purwojati, Jatilawang, dan Wangon, pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.
"Pesan dari Pak Bupati, bantuan alsintan ini bukan sekadar bantuan berupa peralatan saja, tetapi merupakan instrumen untuk mempercepat pengolahan lahan, mempercepat tanam, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Banyumas," kata Junaidi.
Lebih lanjut, Junaidi juga meminta agar Dinas Pertanian, para penyuluh, camat, Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) penerima bantuan segera mendistribusikan dan memanfaatkan alsintan tersebut secara optimal di lapangan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para petani.
Baca juga: Kunjungi Lapas Narkotika Purwokerto, Yanuar Arif Wibowo Sampaikan Wacana Bilik Asmara
Menurut Junaidi, sektor pertanian saat ini memiliki peran yang semakin strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim, berkurangnya tenaga kerja pertanian, serta meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, mekanisasi pertanian menjadi solusi yang harus terus dikembangkan.
"Saat ini sektor pertanian memegang peranan yang sangat strategis. Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan tenaga pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, kita dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih efisien dan lebih produktif. Karenanya, mekanisasi pertanian menjadi salah satu solusi yang harus terus kita dorong," tuturnya.
Melalui penyaluran bantuan alsintan dan pencanangan Gerakan 10 Hari Tanam, Dinpertan Kabupaten Banyumas berharap percepatan tanam dapat berjalan lebih optimal, produktivitas pertanian terus meningkat, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pencapaian target produksi pertanian Banyumas pada tahun 2026. (*)
Baca juga: Cegah Karhutla saat Musim Kemarau, Pemprov Jateng Perkuat Satgas dan 46 Masyarakat Peduli Api
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.