Dinpertan Banyumas Luncurkan Gerakan 10 Hari Tanam, Strategi Percepatan Tanam dan Tingkatkan Produktivitas Petani

Berita Advertorial
Caption Foto : Dinpertan Kabupaten Banyumas meluncurkan Gerakan 10 Hari Tanam (G10T), Sabtu (11/7/2026). (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas resmi meluncurkan Gerakan 10 Hari Tanam (G 10 T), Sabtu (11/7/2026). G 10 T merupakan program percepatan tanam yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan yang lebih cepat dan efisien.

Melalui program ini, para petani didorong untuk kembali menanam maksimal 10 hari setelah masa panen selesai. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi waktu jeda pengolahan lahan sehingga frekuensi tanam dan panen dalam satu tahun dapat meningkat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM menjelaskan, pada tahap awal implementasi, Gerakan 10 Hari Tanam akan difokuskan pada 10 kecamatan yang memiliki luas lahan pertanian lebih dari 1.000 hektare. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Patikraja, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen, Ajibarang, Tambak, Sumpiuh, Cilongok, dan Sokaraja.

"Aksi G 10 T ini akan dimulai dari Desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang. Wilayah tersebut dijadwalkan memasuki masa panen pada akhir Juli. Setelah panen selesai, maksimal 10 hari kemudian akan dilakukan penanaman kembali secara bersama-sama sebagai bentuk implementasi Gerakan 10 Hari Tanam," kata Arif usai peluncuran G 10 T di Kantor Dinpertan Banyumas.

Menurut Arif, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kesiapan petani, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Karena itu, pihaknya mendorong para camat di wilayah sasaran agar berperan aktif sebagai pemimpin dalam mengawal pengendalian sekaligus percepatan tanam di daerah masing-masing.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

Selain itu, Dinpertan Banyumas juga terus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah pola pikir dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis industri yang lebih produktif, efisien, dan berorientasi pada nilai ekonomi.

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.

"BUMDes merupakan lembaga yang berorientasi pada bisnis, sehingga perlu dilibatkan agar pergerakan sektor pertanian tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri dan bisnis pertanian yang berkelanjutan," ungkapnya.

Caption : Caption Foto : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM memaparkan tentang G 10 T. (Foto Hermiana E.Effendi).

Baca juga: Kerja Sama Jateng-Malaka Diperluas, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru Antar Pesantren

Kolaborasi Teknologi Atasi Kendala Pengolahan Lahan

Di balik target percepatan tanam, Dinpertan Banyumas mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama pada proses pengolahan dan pemulihan lahan setelah panen. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan alat pembuat pematang sawah yang dibutuhkan untuk mempercepat persiapan lahan.

Sebagai solusi, Dinpertan menggandeng PT Sarva untuk mendukung proses pembenahan lahan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.

"Kita memang belum memiliki alat pembuat pematang sendiri. Namun kendala tersebut masih bisa diatasi melalui kerja sama dengan PT Sarva sehingga proses pengolahan lahan dapat berlangsung lebih cepat," terang Arif.

Direktur PT Sarva, Wahyono menjelaskan, dengan dukungan teknologi yang dimiliki perusahaannya, pemulihan lahan pascapanen dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tujuh hari. Dengan demikian, target penanaman kembali pada hari ke-10 sesuai konsep G10T dapat diwujudkan.

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

"Setelah panen, lahan langsung kami olah sehingga tidak ada waktu jeda. Proses pemulihan lahan juga didukung dengan pemberian pupuk agar kondisi tanah kembali siap untuk ditanami," jelas Wahyono.

Caption : Caption Foto : Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono menunjukan pin G 10 T kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi MT. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Dorong Ketahanan Pangan dan Tambah Frekuensi Panen

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi MT, yang hadir mewakili Bupati Banyumas, memberikan apresiasi atas inovasi Gerakan 10 Hari Tanam yang digagas Dinpertan Banyumas.

Baca juga: Aspal Perlintasan Sebidang JPL 501 Sumpiuh Diperbaiki, KAI Daop 5 Purwokerto Apresiasi Dukungan Pemkab Banyumas

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui optimalisasi masa tanam.

"Program inisiasi dari Dinpertan Banyumas ini sangat baik. Selama ini petani cenderung membutuhkan waktu cukup lama dalam mengolah lahan setelah panen. Dengan adanya G 10 T, petani didorong lebih cepat mengolah lahan kembali sehingga produktivitas dapat meningkat menjadi tiga kali panen dalam setahun. Bahkan pada wilayah dengan sistem irigasi yang baik, peluang panen bisa mencapai empat kali dalam satu tahun," jelas Junaidi.

Ia juga meminta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk terus hadir mendampingi petani melalui edukasi, pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas agar produktivitas sektor pertanian di Banyumas terus meningkat.

Melalui Gerakan 10 Hari Tanam, Dinpertan Banyumas berharap terbangun budaya tanam yang lebih cepat, modern, dan terintegrasi. Program ini diharapkan menjadi salah satu strategi percepatan peningkatan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian Banyumas di tengah tantangan ketahanan pangan nasional. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: