ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang kembali berkumpul dalam Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026, Jumat (28/8/2026). Memasuki penyelenggaraan keenam, forum ini menjadi ruang bertemunya tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, budayawan hingga wakil rakyat untuk membicarakan arah pembangunan Banyumas.
Sejumlah tokoh Banyumas terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pengusaha Toto Dirgantoro, anggota DPRD Jateng Juli Krisdianto, budayawan Bambang Barata Aji, serta sejumlah tokoh lainnya.
Penggagas Temu Gagasan Tokoh Banyumas, Iksanto mengatakan, forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Pertemuan itu diharapkan mampu melahirkan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong kemajuan Banyumas.
Menurutnya, berbagai perspektif dari tokoh yang memiliki latar belakang berbeda diperlukan untuk melihat kebutuhan Banyumas secara lebih luas, termasuk dalam menghadapi tantangan pembangunan hingga 2030.
“Kita ingin mendalam masukan-masukan dari para tokoh Banyumas untuk kepentingan Kabupaten Banyumas mendatang. Tema yang kita angkat kali ini adalah meneropong Banyumas sampai 2030 di segala bidang pembangunan,” kata Iksanto.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Ia menilai pembangunan Banyumas selama ini terus diarahkan agar tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan. Pemerataan pembangunan hingga wilayah perdesaan juga menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Pembangunan tersebut mencakup berbagai sektor, baik fisik maupun nonfisik. Karena itu, menurut Iksanto, diperlukan pemikiran dari berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat arah pembangunan Banyumas dalam beberapa tahun mendatang.
Selain menjadi forum bertukar gagasan, Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 juga memberikan penghargaan kepada 10 tokoh. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah dan kontribusi perempuan di berbagai bidang.
Akomodir Kaum Perempuan
Salah satu penerima penghargaan adalah Shinta Laila, anggota DPRD Jawa Tengah. Ia mengapresiasi penyelenggaraan forum yang mempertemukan tokoh dari berbagai latar belakang tersebut. Menurut Shinta, perbedaan pengalaman dan bidang yang digeluti para peserta justru dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan baru bagi Banyumas.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
“Saya mewakili perempuan mengapresiasi sekali acara hari ini, yang pertama, dari sekian banyak orang yang beraktifitas dari berbagai bidang, saling berbagi, saling ketemu, saling silaturahmi. Ini bagus untuk bertukar pikiran dengan background masing-masing sehingga menjadi suatu ide gagasan ke depan bisa untuk peningkatan, pengembangan,” ujarnya.
Shinta yang duduk di Komisi D DPRD Jawa Tengah berharap forum tersebut menghasilkan berbagai masukan yang dapat ikut memperkaya pembahasan pembangunan, baik untuk Jawa Tengah maupun Kabupaten Banyumas.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan perempuan mendapat ruang yang memadai dalam proses pembangunan. Menurutnya, perempuan saat ini memiliki peran yang semakin luas, mulai dari sektor perdagangan hingga dunia perkantoran.
“Perempuan sekarang menempati banyak ruang, mulai dari pasar hingga perkantoran, sehingga pembangunan di bidang apapun, diharapkan juga mengakomodir kepentingan dan kebutuhan kaum perempuan,” tuturnya.
Ia berharap gagasan yang muncul dari pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat menjadi masukan konkret untuk peningkatan kualitas pembangunan dan pengembangan Banyumas ke depan.
Baca juga: UPZ LPPSLH Diluncurkan, Dana ZIS Diarahkan untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat
Sejumlah penerima penghargaan lainnya berasal dari berbagai kalangan, antara lain akademisi Tri Wuryaningsih, Ketua Baznas Banyumas Khasanatul Mufidah, anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo, pengusaha Toto Dirgantoro, serta sejumlah tokoh lainnya.
Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 pun kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam menyusun gagasan pembangunan daerah. Dengan melibatkan tokoh dari berbagai sektor, forum tersebut diharapkan dapat ikut mendorong lahirnya pemikiran yang relevan dengan kebutuhan Banyumas hingga 2030. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.