ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan berbagai penyakit yang kerap muncul saat curah hujan meningkat. Persiapan sejak dini diperlukan untuk mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga kesehatan keluarga.
Intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan genangan hingga banjir, terutama di kawasan permukiman dengan sistem drainase yang kurang baik. Selain itu, lingkungan lembap dan banyaknya genangan air juga berpotensi memicu berkembangnya sumber penyakit.
Sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai selama musim hujan di antaranya influenza, demam berdarah dengue (DBD), diare, penyakit kulit, dan leptospirosis.
Bersihkan Saluran Air untuk Cegah Banjir
Salah satu langkah penting menghadapi musim hujan adalah memastikan saluran drainase di lingkungan tempat tinggal berfungsi dengan baik.
Baca juga: 5 Pilihan Makanan untuk Penderita Asam Lambung, Bantu Perut Lebih Nyaman dan Kenyang Lebih Lama
Masyarakat diminta rutin membersihkan selokan, gorong-gorong, dan saluran pembuangan air dari tumpukan sampah maupun lumpur. Kebiasaan membuang sampah sembarangan juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan penyumbatan yang berujung pada banjir.
Selain itu, upaya memperbanyak daerah resapan air dapat dilakukan melalui penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, serta menjaga area tanah terbuka di sekitar rumah.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir juga perlu menyiapkan perlengkapan darurat, seperti obat-obatan, makanan, air bersih, pakaian, senter, dan dokumen penting.
Waspadai DBD hingga Leptospirosis
Selain ancaman banjir, peningkatan genangan air selama musim hujan juga perlu diwaspadai karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Baca juga: Kebanyakan Makan Telur Bisa Berdampak pada Kesehatan, Berapa Butir Batas Aman per Hari?
Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.
Penyakit lain yang perlu diperhatikan adalah leptospirosis. Penyakit akibat bakteri Leptospira ini dapat menular melalui air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi, terutama tikus.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan banjir disarankan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan, terutama ketika terdapat luka pada kulit. Jika mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, atau mata kemerahan setelah terpapar air banjir, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Sementara itu, penyakit diare dapat dicegah dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman, menggunakan air bersih, serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
Jaga Kesehatan Selama Musim Penghujan
Baca juga: Musim Hujan Bikin Flu Mudah Menular, Ini Cara Efektif Melindungi Diri
Perubahan cuaca selama musim hujan juga membuat masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Konsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, tidur cukup, dan berolahraga secara teratur menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Masyarakat juga dianjurkan menjaga kebersihan diri, menerapkan etika batuk, serta menggunakan pakaian yang sesuai ketika beraktivitas di luar rumah.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, risiko banjir maupun penyebaran penyakit selama musim hujan dapat ditekan. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan aman di tengah meningkatnya curah hujan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.