Musim Hujan Tiba, Ini 7 Cara Menjaga Kesehatan dan Hindari Risiko Penyakit

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Musim hujan bukan hanya membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan dan kecelakaan. Genangan air, jalan licin, hingga lingkungan yang lembap perlu diwaspadai agar masyarakat tetap aman dan sehat.

Perubahan cuaca yang disertai hujan dengan intensitas tinggi juga dapat mengganggu mobilitas, memicu banjir, serta meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan. Karena itu, masyarakat perlu mempersiapkan diri dan menjaga kondisi rumah maupun lingkungan selama musim hujan.

Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghadapi musim hujan agar aktivitas tetap berjalan lancar.

1. Jaga Daya Tahan Tubuh

Menjaga kesehatan menjadi langkah utama selama musim hujan. Biasakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak asupan buah dan sayuran, minum air putih yang cukup, serta tidur selama 7–9 jam bagi orang dewasa.

Baca juga: Misteri Petilasan Gunung Srandil Cilacap, Tempat Semedi yang Diselimuti Kisah Gaib

Olahraga secara rutin juga penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Jika cuaca tidak memungkinkan untuk beraktivitas di luar ruangan, olahraga ringan di dalam rumah bisa menjadi pilihan.

Jangan mengabaikan kondisi tubuh ketika mulai merasa tidak sehat. Istirahat yang cukup dan pemeriksaan medis jika diperlukan dapat membantu mencegah kondisi semakin memburuk.

2. Siapkan Perlengkapan Hujan

Payung, jas hujan, dan alas kaki antiselip sebaiknya tersedia sebelum beraktivitas. Bagi pengendara sepeda motor, jas hujan model setelan dapat menjadi pilihan agar lebih leluasa bergerak.

Hindari menggunakan jas hujan yang terlalu longgar hingga berisiko tersangkut pada roda atau bagian kendaraan. Pastikan pula pakaian dan perlengkapan yang basah segera dikeringkan setelah sampai di tempat tujuan.

Baca juga: Ingin Segera Punya Momongan? Ini 3 Doa Meminta Keturunan yang Ada dalam Al-Qur'an

Jika hujan sangat deras hingga jarak pandang terbatas, sebaiknya hentikan perjalanan di tempat aman dan tunggu hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

3. Bersihkan Saluran Air 

Saluran air yang tersumbat sampah dapat meningkatkan risiko banjir, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Bersihkan selokan di sekitar rumah dan pastikan air dapat mengalir dengan lancar.

Periksa pula talang air, lubang pembuangan, serta bagian atap yang berpotensi bocor. Sampah dan barang bekas yang dapat menampung air sebaiknya dibuang atau disimpan dengan benar.

Langkah ini juga membantu mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah. Pastikan tempat penampungan air tertutup dan lakukan pengurasan secara berkala.

Baca juga: Bukan Sekadar Hiburan, Mendengarkan Musik Bisa Bantu Redakan Stres dan Jaga Kesehatan Mental

4. Waspadai Penyakit yang Sering Muncul

Musim hujan sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko sejumlah penyakit, seperti influenza, diare, penyakit kulit, dan demam berdarah. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kebersihan, serta paparan kuman dan nyamuk.

Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan, mengonsumsi air yang aman, dan tidak membiarkan sampah menumpuk.

Jika mengalami demam tinggi, diare berkepanjangan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jangan menganggap semua keluhan kesehatan sebagai akibat kehujanan semata.

5. Periksa Kondisi Rumah

Baca juga: Mitos Seputar Kucing Hitam, Benarkah Membawa Sial? Ini Fakta di Baliknya

Atap bocor, kabel listrik yang terkelupas, dan saluran air yang tidak berfungsi dapat menimbulkan masalah ketika hujan deras. Periksa kondisi rumah secara berkala, terutama menjelang puncak musim hujan.

Jauhkan peralatan listrik dari area yang berpotensi tergenang air. Jika air mulai memasuki rumah, matikan aliran listrik dari tempat yang aman apabila memungkinkan. Jangan menyentuh sakelar atau peralatan listrik ketika tangan maupun lantai dalam kondisi basah.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor juga perlu mengenali jalur evakuasi serta menyiapkan tas darurat berisi obat-obatan, dokumen penting, senter, makanan tahan lama, dan perlengkapan komunikasi.

6. Berkendara Lebih Hati - hati

Jalan yang basah membuat kendaraan lebih mudah tergelincir dan membutuhkan jarak pengereman lebih panjang. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan hindari pengereman atau manuver mendadak.

Baca juga: 7 Manfaat Tidur Siang bagi Kesehatan

Sebelum bepergian, periksa kondisi ban, rem, lampu, dan wiper kendaraan. Jangan memaksakan diri menerobos genangan yang kedalaman maupun kondisi jalannya tidak diketahui.

Pengendara juga perlu mewaspadai pohon tumbang, lubang jalan yang tertutup air, serta arus banjir yang dapat membahayakan keselamatan.

7. Pantau Informasi Cuaca

Memeriksa prakiraan cuaca sebelum bepergian dapat membantu masyarakat menentukan waktu dan rute perjalanan yang lebih aman. Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat menjadi acuan untuk memantau potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana sebaiknya memperhatikan peringatan dari pemerintah daerah dan petugas setempat. Jika muncul tanda bahaya seperti kenaikan air yang cepat, retakan tanah, atau pergerakan lereng, segera menjauh dari area berisiko dan ikuti arahan evakuasi.

Baca juga: 70.239 Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla, Puan Maharani Desak Pengobatan Gratis

Persiapan Kecil, Berdampak Besar

Menghadapi musim hujan tidak cukup hanya dengan membawa payung. Menjaga kesehatan, membersihkan lingkungan, memeriksa kondisi rumah, serta berhati-hati saat berkendara merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko selama cuaca basah.

Dengan persiapan yang tepat dan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman meskipun hujan turun lebih sering. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: