Hadirkan CRO Mindstone, UMP Bekali Mahasiswa Hadapi Persaingan Kerja di Era AI

Banyumas Raya Pendidikan
By Hervina  —  On Oct 23, 2026
Caption Foto : seminar guest lecture di Aula AK Anshori, Gedung Rektorat UMP ( Foto : Dok. UMP )

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan membangun tim dan menjalankan pekerjaan. Untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan tersebut, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan praktisi industri teknologi dalam seminar guest lecture bertajuk “From Sales to Scale: Building High-Performing Teams in the Age of AI”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula AK Anshori, Gedung Rektorat UMP, menghadirkan Chief Revenue Officer (CRO) Mindstone, Alex Sullivan Lepaffe. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diajak memahami strategi membangun tim berkinerja tinggi di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman mengatakan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi global sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja masa depan.

Menurutnya, mahasiswa perlu menyadari bahwa keberhasilan di lingkungan profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga keterampilan bekerja sama dan memanfaatkan teknologi.

“Ketika belajar di universitas, kita adalah individu. Namun, ketika masuk ke dunia kerja, kita harus membangun tim yang berfungsi. Saat ini, tim bukan hanya terdiri dari orang-orang, tetapi juga integrasi antara kalian dan AI,” ujarnya.

Baca juga: Satresnarkoba Polres Banyumas Bongkar Dugaan Peredaran Sabu Sistem Ranjau

AI Ubah Cara Memimpin dan Mengelola Tim

Dalam pemaparannya, Alex Sullivan Lepaffe menjelaskan bahwa kemunculan AI agent yang mampu menjalankan tugas secara mandiri membawa perubahan terhadap pola kepemimpinan dan pengelolaan pekerjaan.

Menurutnya, kemampuan mengelola teknologi AI akan menjadi salah satu keterampilan penting di masa depan. Para profesional tidak hanya dituntut memahami cara menggunakan AI, tetapi juga mampu memberikan tugas, menentukan tanggung jawab, serta mengawasi hasil pekerjaan yang dilakukan teknologi tersebut.

“Di era ketika mulai bertebaran AI agent yang bisa bekerja secara mandiri, tugas utama kita di masa depan adalah bagaimana mengelola tim yang berisi AI, sama seperti mengelola orang dengan memberikan mereka tanggung jawab,” jelas Alex.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan AI tidak semata-mata ditujukan untuk menggantikan manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Baca juga: Dua Pesenam Banyumas Tembus Lima Nomor Final Porprov Jateng 2026, Peluang Medali Terbuka

Alex memberikan gambaran bahwa pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manusia berpotensi diselesaikan oleh tim yang lebih kecil dengan dukungan AI.

“Bayangkan dengan AI agent yang kita bangun, beban pekerjaan yang sewajarnya dikerjakan oleh 200 orang dapat diselesaikan hanya dengan empat orang yang dibantu oleh AI,” tegasnya.

Siapkan Lulusan Kompetitif di Tingkat Internasional

Melalui kegiatan ini, UMP berupaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Pemahaman mengenai AI diharapkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga mencakup kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan.

Selain literasi digital, mahasiswa juga perlu memiliki kesadaran terhadap keamanan data serta memahami penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Baca juga: Rotasi Dua Pejabat Polres Kebumen, Kompol Dhadhag Jabat Wakapolres

Pengalaman dan wawasan dari praktisi industri internasional diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenali peluang sekaligus tantangan yang muncul seiring perkembangan AI.

UMP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu beradaptasi, berinovasi, dan bersaing di tingkat internasional di tengah transformasi dunia kerja berbasis kecerdasan buatan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: