ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Upaya percepatan tanam terus menjadi perhatian serius Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas selama bulan Mei 2026. Tidak hanya mengejar target luas tanam, Dinnpertan juga mulai mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus menekan biaya produksi petani.
Salah satu langkah nyata dilakukan di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, melalui penggunaan teknologi drone untuk penyemprotan pestisida pada lahan pertanian padi. Inovasi ini dinilai menjadi solusi efektif di tengah berbagai tantangan pertanian modern, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga meningkatnya kebutuhan efisiensi usaha tani.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jatilawang, Katarina Agus Setyo Rini SP mengatakan, pemanfaatan teknologi di sektor pertanian saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diterapkan demi mendukung percepatan tanam dan menjaga produktivitas hasil panen.
“Kami baru saja melakukan penyemprotan pestisida menggunakan drone untuk pengendalian hama wereng, ulat, sekaligus pengusir tikus. Teknologi ini sangat membantu petani karena pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien,” jelas Katarina, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, penggunaan drone dalam pertanian mampu memberikan banyak keuntungan. Selain mempercepat proses penyemprotan, teknologi ini juga membuat distribusi pestisida lebih merata sehingga hasil perlindungan tanaman menjadi lebih optimal. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman padi di tengah ancaman serangan hama yang kerap mengganggu produktivitas sawah petani.
Hemat Biaya Operasional 30 Persen
Bekerja sama dengan PT Maxxi Agri Indonesia, proses penyemprotan menggunakan drone berlangsung sekitar tiga jam untuk area pertanian yang cukup luas. Teknologi tersebut mampu memangkas biaya dan waktu operasional hingga 30 persen dibanding metode konvensional.
Penggunaan drone juga membantu mengurangi kebutuhan tenaga kerja harian serta menekan penggunaan pestisida secara lebih terukur dan efisien. Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan keuntungan dari sisi produktivitas, tetapi juga dari efisiensi biaya produksi yang semakin penting di tengah tantangan sektor pertanian saat ini.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Direktur BUMDES Mitra Rencaka Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Andi Diyan Kusuma mengatakan, kerja sama dengan PT Maxxi Agri Indonesia menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian modern berbasis kemitraan di desa.
“Kami bekerja sama dengan sistem kemitraan. Penyemprotan pestisida menggunakan drone rencananya dilakukan lima kali dalam satu musim tanam. Biaya penyemprotan sekitar Rp600 ribu per hektare sudah termasuk pestisida, sehingga sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi,” ungkap Andi.
Tidak berhenti pada penggunaan drone, pihaknya juga mulai menyiapkan pemanfaatan berbagai alat dan mesin pertanian modern lainnya, seperti combine harvester untuk panen, rotavator untuk pengolahan tanah, hingga transplanter untuk proses tanam padi.
Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan pertanian industrial yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian Banyumas di masa depan. Modernisasi pertanian juga dinilai menjadi strategi penting dalam menarik minat generasi muda agar kembali tertarik terjun ke sektor pertanian yang kini semakin berbasis teknologi.
Camat Jatilawang, Bastiar Dwi Haryatno yang turut menyaksikan langsung proses penyemprotan drone mengaku optimistis wilayahnya mampu menjadi salah satu penopang program swasembada pangan nasional.
Baca juga: Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bergerak Cegah Kekerasan di Pesantren
“Potensi Desa Tinggarjaya dalam mendukung program Bupati Banyumas dan Presiden Prabowo untuk pencapaian swasembada pangan berkelanjutan sangat bisa diandalkan,” katanya.
Ia berharap Desa Tinggarjaya dapat menjadi pilot project percepatan tanam sekaligus berkembang menjadi kawasan agro industrial di Kabupaten Banyumas. Terlebih, Kecamatan Jatilawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di wilayah Banyumas.
“Program pertanian industrial yang sedang dijalankan BUMDES harus dikawal bersama dan melibatkan seluruh pihak agar benar-benar memberikan manfaat besar bagi petani dan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa
Target Percepatan Tanam
Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas
Sementara itu, Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST.MM menegaskan bahwa pihaknya menargetkan percepatan tanam mencapai 11 ribu hektare selama Mei 2026. Untuk mendukung target tersebut, seluruh alat mesin pertanian (alsintan) harus dikelola secara maksimal agar dapat dimanfaatkan secara merata oleh para petani.
“Pak Bupati Banyumas sudah menandatangani MoU bersama Gubernur Jawa Tengah dan Presiden untuk mengawal produksi tanam. Semua pihak harus bergerak bersama, mulai dari PPL, desa, kecamatan hingga petani agar target ini bisa tercapai,” tegas Arif.
Menurutnya, berbagai tantangan di lapangan seperti minimnya tenaga kerja pertanian hingga keterbatasan pengetahuan teknologi di kalangan petani harus dijawab dengan solusi nyata dan kolaborasi lintas sektor.
“Jika ada kendala di lapangan, bukan berarti target diturunkan. Justru kita harus mencari solusi bersama agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai,” kata Arif.
Pemanfaatan teknologi drone dan modernisasi alat pertanian di Banyumas menjadi bukti bahwa sektor pertanian kini terus bergerak menuju era yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, BUMDES, penyuluh pertanian, hingga pelaku usaha, harapan untuk menciptakan pertanian modern sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani semakin terbuka lebar.
Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan tidak hanya mempercepat masa tanam, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan nasional berbasis teknologi dan kolaborasi.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.