Desa Wisata Dongkrak Kunjungan Wisata dan PAD Banyumas, Empat Desa dalam Proses Penetapan Raup Pendapatan Fantastis

Berita Advertorial
Caption Foto : Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporaabudpar) Kabupaten Banyumas, Bahrudin. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Sektor pariwisata Kabupaten Banyumas terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kehadiran desa wisata tidak hanya memperkaya pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga menjadi salah satu penggerak peningkatan kunjungan wisata sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini Kabupaten Banyumas telah memiliki 26 desa wisata, dengan empat desa lainnya masih dalam proses penetapan. Menariknya, meski belum resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) sebagai desa wisata, keempat desa tersebut telah mampu menghasilkan pendapatan (monetisasi) hingga ratusan juta rupiah dari sektor pariwisata.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporaabudpar) Kabupaten Banyumas, Bahrudin mengatakan, keberadaan desa wisata memberikan dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, UMKM hingga jasa lainnya.

"Semakin banyak desa wisata, maka pilihan wisata juga semakin beragam. Hal ini tentu mendongkrak kunjungan wisata. Apalagi sebagian besar desa wisata dikelola oleh BUMDes dan dimotori anak-anak muda yang sangat aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi," kata Bahrudin, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, promosi digital yang dilakukan para pengelola desa wisata menjadi salah satu kekuatan utama dalam menarik wisatawan, khususnya generasi muda yang gemar mencari destinasi baru melalui berbagai platform media sosial. 

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Dinporabudpar Banyumas tidak hanya fokus pada penambahan jumlah desa wisata, tetapi juga memastikan kualitas pengelolaannya tetap terjaga. Karena itu, evaluasi dilakukan secara berkala bersama kalangan akademisi. Sebanyak 20 desa wisata saat ini sedang menjalani proses evaluasi untuk mengetahui tingkat perkembangan dan keberlanjutannya.

"Meskipun sudah ditetapkan sebagai desa wisata, status tersebut tidak otomatis berlaku selamanya. Jika dalam evaluasi ternyata desa tersebut tidak lagi memenuhi persyaratan atau tidak berkembang, maka status desa wisata dapat dicabut," jelas Bahrudin kepada Orbit-News.com.

Langkah evaluasi ini dilakukan agar setiap desa wisata mampu terus berinovasi, meningkatkan pelayanan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Caption : Caption Foto : Wisata River Tubing di Desa Panembanga, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Empat Desa dalam Proses Penetapan Sudah Raup Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Perkembangan pariwisata Banyumas semakin terlihat dari empat desa yang saat ini masih berproses menjadi desa wisata, namun telah berhasil melakukan monetisasi melalui berbagai destinasi yang mereka kelola. Empat desa tersebut adalah Desa Sikapat dan Desa Susukan di Kecamatan Sumbang, Desa Pancasan di Kecamatan Ajibarang, serta Desa Panembangan di Kecamatan Cilongok.

Pada tahun 2025, Desa Panembangan melalui kawasan wisata Svarga Mina Padi mencatat monetisasi mencapai Rp957 juta. Sementara itu, Desa Pancasan yang dikenal sebagai Desa Seribu Mata Air melalui destinasi wisata Tirta Alami berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp577.951.000.

Tidak kalah menarik, Desa Sikapat dengan destinasi Taman Randu Bengkong membukukan monetisasi sebesar Rp512,5 juta, sedangkan Desa Susukan melalui wisata air Taman Lazuardi menghasilkan pendapatan sebesar Rp72.261.000.

"Keempat desa tersebut sama-sama mengandalkan wisata air dengan suasana pedesaan yang masih asri. Ini membuktikan bahwa wisata berbasis alam, khususnya wisata air, masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan," tutur Bahrudin.

Caption : Caption Foto : Kolam Renang Tirta Alam di Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: UPZ LPPSLH Diluncurkan, Dana ZIS Diarahkan untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat

Dinporabudpar Dorong Pengelolaan Desa Wisata yang Profesional

Agar potensi desa wisata terus berkembang, Dinporabudpar Banyumas mendorong setiap pengelola menjalankan manajemen destinasi secara profesional dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Bahrudin, setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda sehingga peluang untuk meningkatkan pendapatan sangat terbuka apabila dikelola secara serius. Salah satu contohnya adalah Desa Panembangan yang kini menjadi destinasi wisata keluarga favorit di Banyumas.

Selain menawarkan panorama persawahan yang asri, kawasan Svarga Mina Padi juga menghadirkan berbagai fasilitas seperti gazebo untuk bersantai dan menikmati kuliner, area irigasi buatan, kolam renang hingga wahana river tubing yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

Ketua BUMDes Panembangan, Bagas Agung Pambudi, menjelaskan pengembangan kawasan wisata tersebut berawal dari pengelolaan river tubing yang dirintis pada awal tahun 2020.

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

"Awalnya hanya river tubing yang memanfaatkan irigasi Sungai Sukan. Setelah ada bantuan program mina padi seluas 25 hektare, banyak pengunjung datang untuk belajar. Dari situ fasilitas terus kami lengkapi hingga menjadi seperti sekarang," ungkap Bagas.

Sementara itu, Desa Pancasan mengembangkan potensi wisata melalui Kolam Renang Tirta Alami yang memiliki nilai sejarah sejak masa kolonial Belanda.

Kepala Desa Pancasan, Sukirno, menjelaskan kolam tersebut awalnya hanya berupa empang sederhana yang digunakan masyarakat untuk berendam sebelum akhirnya berkembang menjadi objek wisata yang dikelola secara profesional.

Kini Tirta Alami memiliki tiga kolam utama, terdiri atas satu kolam dewasa dengan kedalaman satu hingga tiga meter dan dua kolam anak. Selain menjadi destinasi rekreasi keluarga, kawasan tersebut juga dimanfaatkan sebagai pusat latihan atlet renang di Kabupaten Banyumas.

"Banyumas memiliki potensi desa wisata yang sangat besar. Kami berharap seluruh desa wisata, baik yang sudah ditetapkan maupun yang masih dalam proses penetapan, terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan inovasi agar mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh desa, tetapi juga akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata dan PAD Kabupaten Banyumas," pungkas Bahrudin.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan

Keberhasilan desa-desa wisata di Banyumas menjadi bukti bahwa potensi lokal yang dikelola secara profesional mampu berkembang menjadi destinasi unggulan sekaligus sumber pendapatan daerah. Dengan dukungan pemerintah, peran aktif BUMDes, serta kreativitas generasi muda dalam mempromosikan destinasi melalui platform digital, desa wisata diyakini akan terus meningkatkan kunjungan wisata dan memperkuat posisi Banyumas sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: