ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, terus menunjukkan keseriusannya bertransformasi menjadi desa wisata unggulan. Salah satu motor penggeraknya adalah kawasan Svarga Mina Padi yang kini tampil semakin tertata dan menarik untuk dikunjungi.
Begitu memasuki kawasan, pengunjung langsung disambut hamparan sawah hijau yang menenangkan mata. Deretan gazebo yang berdiri di atas kolam ikan menambah daya tarik visual, dengan latar megah Gunung Slamet yang memperkuat nuansa alam pedesaan yang asri.
Tak hanya menawarkan panorama, Svarga Mina Padi juga menghadirkan beragam aktivitas wisata keluarga. Setelah melewati jalur gazebo yang diapit persawahan, pengunjung akan menemukan area yang selalu ramai. Anak-anak tampak antusias bermain di irigasi buatan, sementara orang tua menikmati waktu santai di warung-warung kuliner milik warga. Di ujung kawasan, tersedia wahana river tubing yang menjadi favorit wisatawan, meski untuk sementara ditutup selama bulan Ramadan.
Ketua BUMDes Panembangan, Bagas Agung Pambudi, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini berawal dari wahana river tubing yang dirintis pada awal 2020. Namun pandemi Covid-19 sempat menghentikan operasional, hingga akhirnya desa memperoleh bantuan program mina padi dari pemerintah.
“Awalnya hanya river tubing yang memanfaatkan irigasi Sungai Sukan. Setelah ada bantuan mina padi seluas 25 hektare, banyak pengunjung datang untuk belajar. Dari situ fasilitas terus kami lengkapi hingga menjadi seperti sekarang,” jelas Bagas.
Pengelolaan kawasan kini melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk desa. Seiring waktu, berbagai fasilitas tambahan hadir, mulai dari mini tubing, kolam renang, gazebo serbaguna, hingga puluhan warung kuliner yang dikelola masyarakat setempat.
Komitmen desa dan BUMDes dalam mengembangkan wisata edukasi juga mendapat dukungan dari berbagai instansi melalui bantuan sarana pendukung.
Dorong Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja
Kehadiran Svarga Mina Padi terbukti memberi dampak ekonomi nyata bagi warga. Selain mengangkat potensi desa, kawasan ini membuka banyak peluang kerja baru. Untuk operasional river tubing saja, sedikitnya 20 pemuda desa terlibat. Belum termasuk petugas parkir, pengelola kolam renang, mini tubing, penyewaan gazebo, hingga pelaku UMKM kuliner.
Baca juga: Ambal Costume Carnival 2026 Meriahkan Ramadan, Ambalresmi Perkuat Identitas Desa Wisata
Penanggung jawab river tubing, Destian, menyebut kunjungan wisatawan cukup tinggi, terutama saat akhir pekan.
“Weekend bisa sekitar 500 orang, hari biasa sekitar 100 pengunjung. Tiket river tubing Rp25 ribu per orang untuk lintasan 1,5 kilometer, sudah termasuk penjemputan di titik finish,” jelasnya.
Bagi wisatawan yang ingin paket lengkap termasuk makan, tersedia pilihan seharga Rp50 ribu.
Tak berhenti di situ, Svarga Mina Padi juga menawarkan beragam paket wisata tematik. Mulai dari paket tubing, jeep tour, hingga mandi uap rempah yang dibanderol sekitar Rp125 ribu. Ada pula program edu wisata, outing class, outbound, edukasi madu klanceng, hingga pelatihan gamelan. Menariknya, seluruh paket dirancang berbasis pemberdayaan warga.
“Banyak aktivitas dilakukan di rumah warga, seperti mandi uap rempah maupun pengolahan hasil pascapanen berbahan ikan. Jadi manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat,” terang Bagas.
Baca juga: Perkuat Toleransi di Momentum Imlek, Anggota MPR RI H. Wastam Soroti Ancaman Judi Daring
Salah satu pelaku usaha lokal, Lilis, pemilik layanan mandi uap rempah, mengaku usahanya lahir dari pengalaman pribadi.
“Saya dulu pernah vertigo akut dan sembuh setelah terapi uap rempah. Sekarang saya ingin berbagi manfaat kesehatan ini kepada masyarakat,” tuturnya.
Sejalan Program Trilas Banyumas
Pengembangan Desa Panembangan sebagai desa wisata tidak lepas dari pendampingan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Wahyudiono S.ST, menyampaikan bahwa Panembangan merupakan bagian dari implementasi program Trilas Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti.
Baca juga: Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Tajum Banyumas Saat Memancing
“Ini bagian dari Trilas kedua, yaitu pengembangan sentra usaha dan petani muda serta desa wisata berbasis BUMDes,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap tahun pihaknya mengusulkan dua desa menjadi desa wisata. Untuk tahun ini, Desa Panembangan (Cilongok) dan Desa Pancasan (Ajibarang) menjadi prioritas. Keberadaan desa wisata dinilai mampu menjadi pengungkit ekonomi lokal karena mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan desa.
“Setiap desa punya potensi berbeda, baik wisata, UMKM, maupun hasil bumi. Ketika dikelola optimal, semuanya akan menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat pariwisata Banyumas secara keseluruhan,” pungkas Wahyudiono.
Sebagai desa yang terus bertumbuh, Panembangan menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, serta dukungan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, mampu melahirkan destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga berdampak ekonomi nyata. Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang terus berjalan, Svarga Mina Padi kian mantap melangkah menuju desa wisata unggulan Banyumas, sebuah destinasi yang layak masuk daftar kunjungan berikutnya.
Baca juga: Desa Wisata Pagak Banjarnegara Tawarkan Paket Lengkap Alam, UMKM, dan Eduwisata
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.