ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, terus memantapkan langkah menuju desa wisata unggulan. Salah satu ikon yang kini menjadi motor pengembangan wisata desa adalah Taman Lazuardi, sebuah kawasan hijau yang memadukan wisata keluarga, edukasi, hingga pengembangan sektor pertanian dan peternakan dalam konsep agrowisata berbasis ketahanan pangan.
Memasuki kawasan Taman Lazuardi, pengunjung akan disambut suasana teduh dengan deretan tanaman hias yang tertata rapi di bawah rindangnya pepohonan. Hamparan rumput hijau, area bermain anak, hingga kolam renang berukuran besar di bagian belakang taman menghadirkan suasana nyaman yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar.
Di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Susukan, Taman Lazuardi terus berbenah sebagai bagian dari transformasi Desa Susukan menuju destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga nilai edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Unit Taman Lazuardi, Faiz Jelang Ramadhan mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pengembangan kawasan menjadi agrowisata sesuai arahan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas.
"Kami sedang mempersiapkan Taman Lazuardi untuk bertransformasi menjadi agrowisata. Hal ini juga merupakan arahan dari Dinporabudpar Kabupaten Banyumas. Dengan kondisi lahan yang subur dan sumber air yang melimpah, kami optimistis konsep agrowisata akan berkembang dengan baik di Desa Susukan," ujarnya saat berbincang dengan Orbit-News.com, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Konsep yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada wisata alam, tetapi juga mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam satu kawasan edukatif. Nantinya, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti belajar menanam padi, memanen hasil pertanian, wisata petik sayur, hingga melihat proses pembuatan pupuk organik.
Selain itu, keberadaan unit usaha Lazuardi Agrofarm yang mengembangkan peternakan bebek petelur akan menjadi bagian penting dari paket wisata edukasi. Integrasi berbagai sektor tersebut menjadi fondasi bagi terwujudnya Desa Wisata Edukasi Agrowisata Ketahanan Pangan Susukan yang diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Banyumas.
Program Ketahanan Pangan, Taman Lazuardi Terima Bantuan 200 Ekor Bebek
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Komitmen menuju desa wisata berbasis ketahanan pangan semakin diperkuat melalui bantuan 200 ekor bebek dari program ketahanan pangan pemerintah. Seluruh bebek ditempatkan di kawasan Taman Lazuardi sebagai sarana produksi sekaligus media pembelajaran bagi pengunjung.
"Saat ini bebek sudah mulai menghasilkan telur cukup banyak. Setiap hari produksi mencapai sekitar 100 butir telur. Penjualannya sudah bekerja sama dengan pengusaha telur asin, sementara sebagian lagi dijual langsung kepada pengunjung yang datang ke Taman Lazuardi," jelas Faiz.
Ke depan, pengelola juga berencana membangun kebun mini edukasi yang ditanami berbagai jenis sayuran seperti cabai, kangkung, terong, dan tanaman hortikultura lainnya. Kebun tersebut akan menjadi sarana belajar bagi anak-anak maupun wisatawan mengenai budidaya tanaman.
Apabila ada pengunjung yang ingin membeli hasil pertanian dalam jumlah besar, pengelola akan mengarahkan ke lahan pertanian produktif yang berada di belakang kawasan taman dan dikelola oleh masyarakat Desa Susukan.
Melalui konsep tersebut, sektor pertanian di Desa Susukan tidak hanya berfungsi sebagai penghasil pangan, tetapi juga berkembang menjadi media edukasi, wisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat yang terintegrasi dengan peternakan dan UMKM lokal.
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Dorong Pertumbuhan UMKM dan Pendapatan Desa
Keberadaan Taman Lazuardi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Aktivitas wisata telah mendorong tumbuhnya berbagai UMKM, terutama di sektor kuliner, produk olahan hasil pertanian, hingga produksi telur asin yang memanfaatkan hasil peternakan bebek.
Selain membuka peluang usaha baru, kawasan wisata ini juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebagai pengelola taman, pemandu wisata, tenaga operasional, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan
Meski demikian, pengembangan kawasan masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam peningkatan fasilitas, penguatan promosi, serta penyusunan paket wisata yang lebih variatif agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah.
Dengan perencanaan yang matang, Taman Lazuardi dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat eduwisata unggulan di Banyumas yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta ketahanan pangan dalam satu kawasan.
"Saat ini Taman Lazuardi setiap tahun sudah memberikan kontribusi sekitar Rp10 juta terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Kami berharap setelah miniatur kebun edukasi terealisasi, kontribusi tersebut bisa meningkat dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ungkap Faiz.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Bahrudin, mengapresiasi perkembangan Desa Susukan yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisata berbasis edukasi, pertanian, dan ketahanan pangan. Menurutnya, keberadaan Taman Lazuardi dengan pengembangan peternakan bebek petelur serta kebun sayur menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak desa wisata lainnya.
"Potensi Desa Susukan sangat besar karena memiliki lahan yang subur, sumber air yang melimpah, serta posisi strategis yang berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga. Ekosistem wisata edukasi sudah mulai terbentuk. Banyak sekolah memanfaatkan Taman Lazuardi sebagai lokasi kegiatan, mulai dari olahraga renang hingga edukasi pertanian dan peternakan," jelas Bahrudin.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
Ia berharap BUMDes sebagai pengelola terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta berbagai mitra lainnya agar keberadaan Desa Wisata Susukan semakin dikenal luas.
Tak hanya menawarkan suasana alam yang sejuk dan beragam wahana edukasi, Taman Lazuardi juga menjadi destinasi wisata ramah keluarga dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp7.500 per orang pada hari biasa (weekday), sedangkan pada akhir pekan (weekend) hanya Rp10.000 per orang. Dengan biaya yang relatif murah, pengunjung sudah dapat menikmati kawasan wisata yang memadukan rekreasi, edukasi pertanian, peternakan bebek petelur, kolam renang, area bermain anak, hingga hamparan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga.
Ke depan, seiring pengembangan kawasan menjadi Desa Wisata Edukasi Agrowisata Ketahanan Pangan, Taman Lazuardi diharapkan semakin memperkaya pilihan destinasi wisata di Kabupaten Banyumas. Mengusung konsep wisata yang edukatif, ramah lingkungan, sekaligus memberdayakan masyarakat desa, Taman Lazuardi berpotensi menjadi ikon wisata baru yang tak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Tengah. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.