Mahasiswa KKN UMP Ubah Sampah Plastik Jadi Minyak

Pemuda Desa Kwadungan Ikut Kembangkan Alat Pirolisis
Banyumas Raya Pendidikan
By Hervina  —  On Sep 09, 2026
Caption Foto : Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengubah sampah plastik menjadi minyak di Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. (Foto : Dok. UMP).

ORBIT-NEWS.COM, WONOSOBO - Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan coba diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama pemuda Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Melalui program teknologi tepat guna (TTG), mahasiswa KKN UMP dan pemuda setempat mengembangkan alat pirolisis sederhana yang dapat mengolah limbah plastik melalui proses pemanasan menjadi minyak pirolisis. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencari alternatif penanganan sampah plastik sekaligus mengenalkan pemanfaatan teknologi sederhana kepada masyarakat desa.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbunan sampah. Mahasiswa KKN UMP juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi agar pemuda Desa Kwadungan memahami bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.

Salah satu mahasiswa KKN UMP, Rendra Aji Syahputra mengatakan, pengembangan alat pirolisis diharapkan mampu membuka cara pandang baru terhadap sampah plastik.

“Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dapat dipelajari dan dimanfaatkan kembali melalui teknologi yang sederhana. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini dapat dipahami dan dikembangkan bersama oleh masyarakat,” ujar Rendra.

Baca juga: Bullying di Sekolah Tak Bisa Dianggap Sepele, Edukasi Sejak Dini Jadi Kunci Pencegahan

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak bekerja sendiri. Pemuda Desa Kwadungan dilibatkan sejak tahap pengenalan persoalan sampah plastik, pemahaman mengenai prinsip kerja pirolisis hingga praktik menggunakan alat yang telah dibuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai. Pemuda desa diharapkan dapat menjadi penggerak yang melanjutkan pengembangan teknologi pengolahan sampah sesuai kebutuhan lingkungan setempat.

Berawal dari Video di TikTok

Ketertarikan pemuda Desa Kwadungan terhadap pengolahan sampah menjadi bahan bakar ternyata berawal dari hal sederhana. Romadon bersama Adit, perwakilan pemuda Desa Kwadungan, mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya melihat video mengenai pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar melalui media sosial TikTok. Rasa penasaran kemudian mendorong mereka melakukan percobaan secara mandiri menggunakan peralatan sederhana.

“Awalnya lihat di TikTok ada video pengolahan sampah menjadi bahan bakar, terus kami terinspirasi. Pertama kali kita mencoba pakai kaleng bekas, setelah berhasil dilanjutkan membuat yang lebih besar,” ungkap Romadon bersama Adit.

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

Menurut mereka, dukungan mahasiswa KKN UMP kemudian membuat pengembangan alat tersebut semakin memungkinkan.

“Dukungan besarnya itu dari mahasiswa KKN. Ya semoga alat kolaborasi antara KKN dan juga pemuda semakin berkembang dan didukung oleh pemerintah desa supaya menjadikan lingkungan yang sehat,” lanjutnya.

Selain praktik teknologi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas persoalan sampah yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa dan pemuda berdiskusi mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan limbah serta kemungkinan pengembangan teknologi tepat guna lainnya. 

Inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN UMP dan pemuda tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Kwadungan. Kepala Desa Kwadungan, Bagiyo, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dan masyarakat yang menghasilkan alat pengolahan sampah tersebut.

“Pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang dilakukan dari mahasiswa UMP dan berkolaborasi dengan warga setempat, sehingga menghasilkan alat pembakaran sampah yang menurut saya sudah cukup baik untuk bisa dikembangkan oleh warga kami. Harapan untuk desa ke depannya, mungkin kalau ini berhasil akan saya kembangkan di dusun-dusun yang lain, sehingga ini menjadi pilot project ke depan untuk penanganan sampah yang ada di Desa Kwadungan. Sukses selalu untuk mahasiswa KKN UMP, semoga tetap jaga silaturahmi dengan warga kami,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar

Rencana tersebut menunjukkan bahwa teknologi pirolisis tidak hanya dipandang sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi salah satu model pengelolaan sampah di tingkat desa. 

Hasil kolaborasi mahasiswa KKN UMP dan pemuda Desa Kwadungan itu kemudian dibawa ke Expo KKN UMP 2026. Alat pirolisis sederhana tersebut menjadi salah satu inovasi teknologi tepat guna yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Inovasi itu juga mendapat peninjauan dari panitia dan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: