ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Menjaga kebersihan dan keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah perhatian masyarakat terhadap sejumlah kasus dugaan keracunan makanan dalam program tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanding, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, menerapkan pengawasan ketat mulai dari penerimaan bahan baku hingga makanan siap didistribusikan kepada para siswa.
Setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG Kanding dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan higienitas. Pemeriksaan bahan baku, pemisahan tempat pencucian, kebersihan dapur, hingga pencucian peralatan masak menjadi bagian dari prosedur yang diterapkan untuk menjaga kualitas makanan sebelum sampai ke tangan penerima manfaat.
Kepala Dapur SPPG Kanding, Diva Wahyu Aji, menjelaskan bahwa pengawasan sudah dimulai sejak bahan baku kering maupun basah tiba di dapur. Tim melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahan makanan yang diterima memiliki kualitas yang layak digunakan.
Apabila ditemukan bahan baku dengan kondisi atau kualitas yang kurang baik, pihaknya akan langsung mengembalikannya kepada pemasok untuk diganti dengan bahan yang baru. Langkah tersebut dilakukan agar bahan yang digunakan dalam proses memasak tetap memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Bahan baku kering datang sekitar pukul 14.00 WIB dan kita lakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, semua bahan baku, termasuk galon air, tidak bersentuhan dengan lantai, sehingga saat datang langsung ditaruh di atas alas setinggi 10 sentimeter yang kita buat,” terang Diva.
Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar
Penempatan bahan baku di atas alas tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga kebersihan penyimpanan. Bahan makanan dan air minum tidak diletakkan langsung di lantai, sehingga risiko kontaminasi dari lingkungan penyimpanan dapat diminimalkan.
Selain pemeriksaan bahan baku, SPPG Kanding juga menerapkan pemisahan tempat pencucian berdasarkan jenis bahan makanan. Sejumlah keran pencucian telah dilengkapi tulisan penanda, seperti pencucian daging, pencucian sayuran, pencucian beras dan lainnya.
Pemisahan tersebut bertujuan agar proses pencucian bahan makanan berlangsung lebih teratur serta membantu mencegah terjadinya kontaminasi silang. Kontaminasi silang merupakan perpindahan kuman atau cemaran dari satu bahan, peralatan, maupun permukaan ke bahan makanan lainnya.
Setelah selesai dicuci, bahan baku kemudian dibawa ke dapur untuk menjalani proses pengolahan. Ruang memasak dibuat terpisah dari lokasi pencucian, sehingga setiap area memiliki fungsi masing-masing dan kebersihan selama proses produksi dapat lebih mudah dijaga.
Sebelum kegiatan memasak dimulai, petugas juga memastikan kondisi dapur dan seluruh peralatan dalam keadaan bersih. Pembersihan tidak hanya dilakukan sebelum produksi, tetapi juga setelah proses memasak selesai.
Baca juga: Cegah Abrasi, AHY dan Ahmad Luthfi Perkuat Benteng Pesisir Demak dengan Mangrove dan HexBricks
“Pencucian berbagai peralatan masak langsung dilakukan setelah proses masak selesai, sehingga saat akan mulai memasak kembali, semua peralatan sudah bersih, termasuk kondisi dapur juga sudah bersih,” tutur Diva.
Yayasan Turut Mengawasi Penerapan SOP Dapur
Pengawasan di SPPG Kanding tidak hanya dilakukan oleh petugas dapur. Pihak yayasan yang menaungi operasional SPPG juga ikut memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan berjalan sesuai prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP).
Ketua Yayasan Mardi Karya Sejahtera, Hamid Suhendra, mengatakan bahwa pihak yayasan memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan di dapur, termasuk memastikan petugas menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.
Baca juga: Nikmatnya Ayam Goreng Jago di Djago Jowo Purwokerto, Kuliner Keluarga dengan Nuansa Joglo Jawa
“Pihak yayasan juga ikut mengawasi, karena dapur ini berada di bawah tanggung jawab kami, sehingga semua proses juga diawasi dan dipastikan sesuai dengan SOP,” tuturnya.
Keterlibatan yayasan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan internal. Pengawasan secara berkelanjutan juga penting untuk memastikan prosedur tidak hanya diterapkan sebagai aturan tertulis, tetapi benar-benar dijalankan dalam kegiatan sehari-hari. Selain kebersihan tempat dan peralatan, ketepatan waktu pengolahan serta pendistribusian makanan juga menjadi bagian dari pengaturan operasional SPPG Kanding.
Dalam pelaksanaannya, SPPG Kanding membagi proses memasak menjadi dua tahap untuk menyesuaikan jadwal distribusi makanan kepada para siswa. Tahap pertama dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan penyiapan makanan ke dalam ompreng sekitar pukul 04.00 WIB. Makanan tersebut kemudian dijadwalkan dikirim pada pukul 07.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan siswa sekolah dasar (SD).
Setelah tahap pertama selesai, kegiatan memasak kembali dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB. Makanan dari tahap kedua dijadwalkan dikirim pada pukul 11.30 WIB untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Secara keseluruhan, SPPG Kanding melayani kebutuhan program MBG pada 22 sekolah dengan dukungan 12 titik distribusi yang disebut sebagai titik drop kader.
Baca juga: 5.500 Pelari Ramaikan AHY Run Semarang 2026
Penerapan kebersihan sejak penerimaan bahan baku hingga pendistribusian merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas makanan MBG. SPPG Kanding berupaya konsistensi dalam menerapkan standar kebersihan dan pengawasan agar MBG yang diterima siswa terjaga kualitasnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.