ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas partisipasi perempuan sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.
Anggota DPR RI, Cindy Monica menilai, keputusan MK tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kuota semata, melainkan menjadi upaya nyata untuk menghadirkan representasi yang lebih beragam dalam proses penyusunan kebijakan publik. Menurutnya, keterlibatan perempuan di parlemen dapat membawa perspektif yang lebih inklusif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Perempuan memiliki kemampuan, pengalaman, dan sensitivitas sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan kebijakan. Karena itu, ruang politik harus semakin terbuka dan adil bagi perempuan Indonesia,” kata Cindy Monica, Kamis (28/5/2026).
Ia menegaskan, keputusan MK tersebut menunjukkan komitmen dalam membangun sistem demokrasi yang lebih representatif. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam lembaga legislatif, berbagai isu strategis yang menyentuh kehidupan masyarakat diyakini akan mendapatkan perhatian yang lebih besar.
Menurut Cindy, kehadiran perempuan di parlemen memiliki peran penting dalam memperjuangkan berbagai agenda publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Ini membuktikan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam politik. Ketika diberikan kesempatan, perempuan mampu hadir sebagai pemimpin dan representasi rakyat yang bekerja nyata,” ujarnya.
Proses Pengambilan Keputusan Seimbang
Legislator Fraksi NasDem tersebut juga menilai bahwa peningkatan keterwakilan perempuan dapat menciptakan proses pengambilan keputusan yang lebih seimbang. Kehadiran perempuan dalam lembaga politik dinilai mampu memperkaya sudut pandang dalam merumuskan berbagai kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Cindy mengajak perempuan Indonesia untuk tidak ragu mengambil peran di dunia politik. Ia menekankan pentingnya keberanian perempuan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui jalur politik.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda perempuan yang tertarik dan percaya diri untuk terjun ke dunia kepemimpinan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, keterlibatan perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Politik tidak boleh lagi dipandang sebagai ruang yang terbatas bagi perempuan. Hari ini perempuan harus hadir, bersuara, dan ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” pungkasnya. (*)