ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Di tengah menjamurnya makanan kekinian, sejumlah kuliner tradisional perlahan mulai jarang ditemui. Salah satunya cimplung, makanan sederhana berbahan dasar singkong yang dahulu cukup dikenal masyarakat, terutama di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Cimplung memiliki cita rasa manis dengan tekstur singkong yang empuk. Makanan ini secara tradisional dibuat dengan cara merebus singkong menggunakan air nira atau gula kelapa hingga bumbunya meresap.
Bagi generasi yang lebih tua, cimplung bukan sekadar makanan. Kuliner tersebut menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat pedesaan yang memanfaatkan bahan pangan sederhana di sekitar mereka.
Bahan Mudah Ditemukan
Untuk membuat cimplung, bahan yang dibutuhkan cukup sederhana. Bahan utamanya adalah singkong yang sudah dikupas dan dipotong sesuai selera.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Selain itu, siapkan gula merah atau gula kelapa, air, daun pandan dan sedikit garam. Jika ingin menggunakan cara tradisional, air nira dapat digunakan sebagai bahan perebus sekaligus pemberi rasa manis alami.
Cara Membuat Cimplung
Pertama, kupas singkong kemudian cuci hingga bersih. Potong singkong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah matang dan bumbu meresap.
Masukkan singkong ke dalam panci, kemudian tambahkan air secukupnya. Masukkan gula merah yang telah disisir, daun pandan dan sedikit garam.
Masak dengan api sedang hingga singkong empuk. Selama proses perebusan, gula akan larut dan meresap ke dalam singkong sehingga menghasilkan rasa manis dan warna kecokelatan.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Jika menggunakan air nira, singkong dapat langsung direbus dalam nira hingga matang. Cara ini memberikan cita rasa khas yang berbeda dari penggunaan air dan gula merah biasa.
Setelah singkong empuk dan kuah mulai menyusut, cimplung dapat diangkat dan disajikan dalam kondisi hangat.
Cita Rasa Sederhana yang Mulai Jarang Ditemui
Berbeda dengan makanan modern yang menggunakan banyak bahan dan teknik pengolahan, cimplung justru mengandalkan kesederhanaan.
Perpaduan singkong, gula kelapa dan aroma pandan menghasilkan makanan yang manis dan mengenyangkan. Bahan-bahannya pun relatif mudah diperoleh sehingga cocok dibuat sebagai camilan keluarga.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Sayangnya, keberadaan makanan tradisional seperti cimplung kini semakin jarang terlihat di tengah perubahan selera masyarakat dan banyaknya pilihan jajanan modern.
Mengenalkan kembali cara membuat cimplung dapat menjadi salah satu cara menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tidak hanya menjadi cerita dari generasi sebelumnya.
Bagi generasi muda, membuat cimplung di rumah juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenal kembali makanan sederhana yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.