ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk evaluasi terhadap sejumlah program prioritas pemerintah. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga pelaksanaan program nasional di daerah.
Presiden BEM KM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Yoga Dwi Yuwono, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurutnya, aksi yang digelar tidak hanya menjadi sarana penyampaian aspirasi, tetapi juga bentuk pengawasan publik terhadap program-program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
"Kami hadir sebagai mitra kritis pemerintah. Mahasiswa memiliki kewajiban untuk memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Yoga, Minggu (14/6/2026).
Dalam aksi tersebut, BEM KM UMP bersama mahasiswa Banyumas Raya menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi fokus perhatian. Salah satunya adalah desakan kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga yang terjadi belakangan ini dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen
Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Selain itu, mahasiswa juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut dinilai perlu diawasi secara ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Tak hanya MBG, mahasiswa turut menyoroti pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka meminta pemerintah melakukan kajian dan evaluasi terhadap efektivitas program tersebut agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta memberikan dampak nyata terhadap perekonomian lokal.
Sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, BEM KM UMP juga mengumumkan pembentukan Posko Aduan Rumah Aspirasi MBG dan KDMP. Posko ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan kedua program tersebut.
Yoga menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka
"Kami membuka Posko Aduan Rumah Aspirasi MBG dan KDMP untuk menerima laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan yang terjadi. Ini merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi praktik korupsi yang merugikan negara maupun masyarakat," ujarnya.
Melalui posko tersebut, masyarakat Banyumas dan sekitarnya diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah. Setiap laporan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi dan pengawalan agar program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.