ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Dua mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wahyu Wulan Utami dan Agiztha Puspa Kirana berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Nasional sekaligus penghargaan Best Innovation dalam BRAINFEST (Business, Research, and Innovation Festival) 2026.
Keduanya merupakan mahasiswa Program Studi S1 Peternakan angkatan 2023. Prestasi tersebut diraih setelah mereka menghadirkan gagasan inovatif berupa feed additive dalam bentuk permen yang diberi nama ECOBOOST.
Kompetisi yang digelar HIMADIKTAR Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang pada 4–5 September 2026 itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. BRAINFEST tahun ini mengangkat tema “Nawa Karsa: Membangun Generasi yang Berwawasan, Inovatif, dan Kolaboratif sebagai Penggerak Perubahan”. Dalam ajang tersebut, peserta berkompetisi melalui tiga kategori, yakni Lomba Esai, Business Plan Competition, dan Lomba Poster.
Wahyu dan Agiztha memilih mengembangkan gagasan di bidang peternakan melalui karya berjudul “ECOBOOST: Permen Feed Additive Alami Berbasis Cangkang Telur, Daun Pepaya, dan Saccharomyces cerevisiae untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”
ECOBOOST dirancang sebagai inovasi feed additive berbentuk permen dengan memanfaatkan tiga bahan utama, yaitu cangkang telur, daun pepaya, dan Saccharomyces cerevisiae. Gagasan tersebut tidak hanya menawarkan bentuk pemberian feed additive yang inovatif, tetapi juga mengangkat pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar sebagai bagian dari konsep peternakan berkelanjutan.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Perjalanan menuju babak final dilakukan keduanya melalui serangkaian tahapan. Mereka terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan yang relevan dengan sektor peternakan, kemudian mencari alternatif solusi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi.
“Persiapan dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan bidang peternakan, menentukan inovasi yang dapat ditawarkan, hingga melakukan penelusuran dan pengumpulan berbagai referensi pendukung,” kata Wahyu.
Setelah konsep ECOBOOST dirumuskan, keduanya menyusun naskah esai sekaligus materi presentasi. Proses tersebut dilakukan melalui sejumlah revisi dan latihan agar gagasan yang dibawa dapat disampaikan secara runtut dan mudah dipahami.
Tahap final berlangsung pada 4 September 2026 melalui presentasi para finalis. Rangkaian BRAINFEST kemudian dilanjutkan dengan kegiatan field trip sebelum ditutup dengan malam awarding pada 5 September.
Dari kompetisi tersebut, Wahyu dan Agiztha berhasil menempati posisi ketiga Lomba Esai Nasional. Capaian itu semakin lengkap setelah gagasan ECOBOOST dinilai memiliki unsur inovasi yang kuat sehingga mereka juga membawa pulang penghargaan Best Innovation.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Jawab Permasalahan Sektor Peternakan
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fapet Unsoed, Dr. Ir. Agus Susanto menyampaikan apresiasi atas capaian kedua mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa Fapet Unsoed tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan untuk menjawab persoalan nyata di sektor peternakan.
“Kami mengapresiasi prestasi yang diraih Wahyu dan Agiztha. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fapet Unsoed memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan inovatif sekaligus mengomunikasikannya dalam kompetisi tingkat nasional,” ujar Agus.
Ia menilai proses yang dilalui kedua mahasiswa tersebut juga menunjukkan keberanian untuk mengidentifikasi persoalan, mencari solusi, serta mengembangkan ide dengan landasan pengetahuan.
“Yang tidak kalah penting, proses yang mereka lalui mencerminkan keberanian mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan, mencari solusi, dan mengembangkan ide berbasis pengetahuan,” lanjutnya.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Agus berharap penghargaan Best Innovation yang diraih melalui ECOBOOST dapat menjadi pemacu bagi mahasiswa Fapet Unsoed lainnya untuk terus mengembangkan inovasi yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia peternakan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.