ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Berhentinya sementara operasional Bus Trans Banyumas mulai menimbulkan berbagai keluhan di tengah masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga, terutama pelajar dan orang tua yang selama ini mengandalkan layanan Trans Banyumas sebagai transportasi harian.
Keluhan yang muncul cukup beragam. Mulai dari siswa yang terlambat datang ke sekolah, ketidaknyamanan menggunakan angkutan umum lain, hingga biaya transportasi yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan Bus Trans Banyumas. Keluhan tersebut tidak hanya disampaikan kepada pengelola Trans Banyumas. Sejumlah masyarakat juga menyampaikannya secara langsung kepada Bupati Banyumas maupun DPRD Banyumas.
Direktur PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun mengatakan, pihaknya telah menerima ribuan keluhan dari masyarakat sejak operasional Bus Trans Banyumas berhenti sementara. Menurut Ipoeng, sebagian besar keluhan datang dari masyarakat Banyumas bagian barat yang selama ini cukup banyak menggunakan layanan Trans Banyumas untuk berbagai aktivitas, termasuk mengantar dan menjemput anak sekolah.
“Keluhan yang disampaikan ribuan, sebagian besar dari siswa dan orang tua yang menyampaikan kalau anaknya kesulitan untuk berangkat sekolah tepat waktu, bahkan ada orang tua yang sampai berkirim pesan kepada guru agar diberikan toleransi keterlambatan 1 jam,” tutur Ipoeng, Kamis (3/9/2026).
Salah satu keluhan bahkan disampaikan langsung oleh seorang siswa yang mengaku kebingungan mencari transportasi pengganti setelah Trans Banyumas berhenti beroperasi.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
“Kak admin, saya galau banget Bus Trans Banyumas berhenti beroperasi walau sementara, biasanya dari Wangon saya naik mikro lalu naik Trans Banyumas. Sekarang bingung mau naik apa yang estimasi waktunya pasti…karena kalau bus mikro sering dapat bonus asap rokok dan sering berhenti…,” tulis seorang siswa.
Keluhan serupa juga disampaikan pelajar lainnya. Ia mengaku baru satu hari tidak menggunakan Trans Banyumas sudah merasakan kesulitan, terutama karena alternatif transportasi yang tersedia dinilai lebih mahal dan kurang nyaman.
“Assalamu’alaikum min, aku cuma mau ngeluarin isi hati, setelah 1 hari pulang sekolah tanpa Trans Banyumas, baru satu hari saja sudah susah banget, Trans Banyumas transportasi the best, gak ribet, gak panas, cepat dan budgetnya cocok buat pelajar. Biasanya pulang sekolah aku ke halte Pasar Pon buat naik Trans Banyumas, tapi sekarang harus naik angkutan lain yang ongkosnya jauh lebih mahal dan gak nyaman pula, semoga evaluasinya gak lama dan Trans Banyumas bisa segera beroperasi lagi,” tulisnya.
Ipoeng mengatakan berbagai keluhan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Trans Banyumas memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya pelajar.
“Membaca banyak pesan-pesan tersebut, terus terang kita juga sedih, ada juga rombongan anak-anak sekolah yang sampai menangis karena terlambat,” kata Ipoeng.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Pelajar Mulai Berboncengan Motor Bertiga
Dampak berhentinya operasional Trans Banyumas juga mulai dirasakan dari sisi keselamatan lalu lintas. Di kawasan Ajibarang, misalnya, warga mulai mengkhawatirkan semakin banyaknya anak sekolah yang kembali menggunakan sepeda motor untuk berangkat maupun pulang sekolah.
Bahkan, menurut warga, mulai ditemukan pelajar yang berboncengan hingga tiga orang dalam satu sepeda motor. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih sebagian pelajar belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain persoalan keselamatan, peningkatan penggunaan sepeda motor oleh pelajar juga membuat kepadatan lalu lintas di jalan raya semakin terasa.
“Banyak anak sekolah mulai naik motor lagi, berboncengan sampai tiga orang, padahal mereka belum punya SIM, miris sekali. Semua akibat Trans Banyumas berhenti beroperasi, dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat,” kata Atok, salah satu warga Ajibarang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran dampak berhentinya sementara operasional Trans Banyumas terhadap aktivitas masyarakat. Bagi sebagian warga, layanan bus tersebut bukan sekadar pilihan transportasi, tetapi telah menjadi bagian penting dari mobilitas sehari-hari, terutama bagi pelajar dan masyarakat yang membutuhkan angkutan umum dengan biaya terjangkau. (*)
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.