ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas terus memperluas akses transportasi gratis bagi pelajar. Terbaru, layanan bus sekolah gratis hadir melalui rute Kalibagor-Banyumas yang menyasar siswa di wilayah yang belum terjangkau angkutan umum.
Rute baru bus sekolah gratis Banyumas tersebut mulai menjalani masa uji coba pada Senin (10/8/2026). Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para siswa yang selama ini menghadapi keterbatasan transportasi untuk berangkat maupun pulang sekolah.
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemkab Banyumas dalam mendukung akses pendidikan. Sebab, keberadaan angkutan sekolah yang aman dan gratis dapat membantu mengurangi hambatan transportasi yang dihadapi pelajar, khususnya mereka yang tinggal di wilayah perdesaan.
Kepala Dishub Banyumas, Omar Udaya melalui Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Perhubungan, Muhamad Soleh Wibowo, mengatakan rute Kalibagor-Banyumas sebelumnya telah melalui proses survei pada 2024. Dari hasil survei, ditemukan sejumlah wilayah di jalur tersebut belum mendapatkan layanan angkutan umum. Kondisi itu terutama terjadi karena jalur layanan masuk hingga ke kawasan desa, sementara di sisi lain terdapat sejumlah sekolah dengan jumlah siswa yang cukup banyak.
“Karena di wilayah tersebut tidak dilayani oleh angkutan umum, masuk ke desa-desa dan tidak ada layanan tersebut. Tapi sekolah-sekolahnya banyak dan siswa-siswinya juga banyak yang dari luar wilayah tersebut,” kata Soleh.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Atas kondisi tersebut, Dishub Banyumas kemudian menghadirkan bus sekolah gratis sebagai solusi transportasi bagi para pelajar. Untuk melayani rute Kalibagor-Banyumas, Dishub Banyumas menyiapkan satu unit bus berukuran medium. Armada tersebut memiliki kapasitas 21 tempat duduk dan dapat menampung sekitar 15 penumpang berdiri.
Bus sekolah gratis ini beroperasi dua kali sehari, yakni pada pagi hari ketika siswa berangkat sekolah serta siang hingga sore saat jam pulang sekolah. Layanan diberikan selama lima hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, menyesuaikan jadwal kegiatan sekolah. Pada pagi hari, bus mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 WIB. Sementara untuk perjalanan pulang sekolah, layanan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.
“Untuk operasionalnya dua kali, pagi pas berangkat mulai pukul 06.00 WIB, kemudian pas jam pulang sekolah mulai jam 14.30 WIB,” ujarnya.
Adapun titik jemput bus sekolah gratis rute Kalibagor-Banyumas meliputi Desa Kalibagor, Desa Pajerukan, Desa Suro, Desa Srowot, dan Desa Kaliori. Dari titik-titik tersebut, bus melayani perjalanan menuju sejumlah sekolah, antara lain SMPN 4 Kalibagor, SMKN 3 Banyumas, SMPN 2 Banyumas, SMPN 3 Banyumas, SMKN 1 Banyumas, SMAN 1 Banyumas, serta SMPN 1 Banyumas.
Layanan ini secara khusus diperuntukkan bagi pelajar. Artinya, bus sekolah tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum yang hendak bepergian untuk bekerja, berbelanja ke pasar maupun keperluan lainnya.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
“Bus ini khusus untuk anak sekolah, tidak digunakan untuk mengangkut penumpang umum seperti masyarakat yang hendak pergi ke pasar maupun bekerja,” jelas Soleh.
Jadi Solusi Siswa di Wilayah yang Belum Terlayani
Dishub Banyumas berencana mempertahankan rute Kalibagor-Banyumas setelah masa uji coba selesai. Uji coba dilakukan sekitar tujuh hingga 10 hari untuk melihat kebutuhan dan efektivitas layanan sebelum dilakukan evaluasi. Keberadaan bus sekolah gratis diyakini membawa manfaat, terutama bagi siswa yang sekolahnya tidak dilewati angkutan umum.
“Untuk ke depannya dilanjutkan pasti, karena memang kebutuhan bus sekolah gratis itu sangat membantu siswa-siswi yang mau sekolah, apalagi yang sekolahnya tidak dilewati oleh angkutan umum,” kata Soleh.
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Layanan bus sekolah gratis bukan sekadar menyediakan kendaraan antar-jemput bagi pelajar. Lebih jauh, bus sekolah gratis menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses pendidikan yang lebih merata. Siswa yang sebelumnya harus mencari alternatif transportasi atau menempuh perjalanan lebih jauh kini memiliki pilihan transportasi yang lebih mudah dan gratis.
Lebih lanjut Soleh memaparkan, rute Kalibagor-Banyumas menjadi rute keempat dalam layanan bus sekolah gratis yang disediakan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sebelumnya, bus sekolah gratis telah melayani sejumlah rute, yakni Kemawi, Kecamatan Somagede-Banyumas; Binangun-Banyumas; serta Sawangan Wetan-Patikraja.
Untuk rute Kemawi-Banyumas yang telah beroperasi sejak 2019, saat ini tersedia dua unit bus medium. Rata-rata pengguna layanan tersebut mencapai sekitar 56 siswa setiap hari. Dishub Banyumas juga tengah mempersiapkan kemungkinan pembukaan rute baru di wilayah Jatilawang.
Namun, penambahan layanan bus sekolah tidak dilakukan hanya berdasarkan kebutuhan. Dishub terlebih dahulu melakukan survei dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari ketersediaan angkutan umum hingga kondisi dan lebar jalan.
Pertimbangan tersebut juga diterapkan pada rencana layanan di wilayah Ajibarang atau Pekuncen. Rencana tersebut tidak dilanjutkan setelah hasil survei menemukan masih terdapat angkutan umum yang melayani kawasan tersebut. Selain itu, terdapat ruas jalan dengan lebar yang dinilai belum memungkinkan untuk dilalui bus medium.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan
“Pertimbangan yang utama itu masih ada layanan angkutan. Kemudian lebar jalan, kalau lebar jalan tidak bisa dilewati, malah akan membahayakan keselamatan,” terang Soleh.
Karena itu, sasaran utama pengembangan bus sekolah gratis Banyumas adalah wilayah yang belum mendapatkan layanan angkutan umum.
Di Tengah Refocusing Anggaran, Layanan Bus Sekolah Tetap Diprioritaskan
Pengembangan layanan bus sekolah gratis Banyumas dilakukan di tengah kebijakan refocusing anggaran yang turut memengaruhi belanja operasional pemerintah, termasuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan perawatan armada.
Dishub Banyumas mengakui terdapat pengurangan anggaran untuk kebutuhan operasional tersebut. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan penghitungan kebutuhan agar layanan bus sekolah yang telah berjalan dapat dipertahankan.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
“Memang waktu itu ada pengurangan, tapi tetap kita hitung untuk kebutuhan sampai dengan akhir tahun. Tetap kita prioritaskan,” ungkap Soleh.
Dishub Banyumas akan terus berupaya memastikan kebutuhan operasional bus sekolah gratis tetap tersedia hingga akhir 2026. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan layanan transportasi gratis bagi pelajar, terutama mereka yang tinggal di wilayah yang belum terjangkau angkutan umum.
Di tengah keterbatasan anggaran, keberadaan bus sekolah gratis tetap dipandang sebagai layanan publik yang perlu diprioritaskan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para siswa. Bus sekolah gratis Banyumas menjadi bagian dari upaya memastikan keterbatasan transportasi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.