ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Harga emas hari ini, Selasa (18/8/2026), kembali menjadi perhatian masyarakat seiring pergerakan harga emas batangan dan perhiasan di pasar domestik. Harga emas Antam tercatat menguat, sementara harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian bergerak berbeda.
Untuk emas batangan Antam yang dijual melalui Pegadaian, harga emas 1 gram berada di level Rp2.736.000. Sementara emas UBS 1 gram dijual Rp2.747.000 dan emas Galeri 24 1 gram berada di harga Rp2.676.000. Data tersebut menunjukkan bahwa emas UBS menjadi yang paling tinggi di antara tiga merek tersebut, sedangkan Galeri 24 menjadi yang paling rendah.
Di sisi lain, harga emas Antam yang dipasarkan melalui Logam Mulia juga mengalami kenaikan. Harga emas Antam 1 gram pada perdagangan Selasa mencapai Rp2.695.000 per gram, naik Rp18.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.677.000 per gram. Harga buyback Antam turut naik menjadi Rp2.555.000 per gram.
Berikut perbandingan harga emas batangan 1 gram yang dapat menjadi referensi masyarakat:
Perbedaan harga Antam antara Logam Mulia dan Pegadaian terjadi karena harga yang digunakan berasal dari kanal penjualan yang berbeda. Karena itu, calon pembeli sebaiknya memastikan harga pada tempat pembelian sebelum melakukan transaksi.
Baca juga: Perajin Tikar Pandan di Banjarnegara Bergantung pada Pengepul, Harga Mentok Rp28 Ribu
Sementara itu, data resmi Galeri 24 menunjukkan harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram berada di Rp2.676.000 dengan harga buyback Rp2.527.000 per gram.
Harga Emas Perhiasan 18 Karat dan 24 Karat
Selain emas batangan, harga emas perhiasan juga mengalami perubahan mengikuti kondisi pasar. Untuk perhiasan, harga tidak hanya dipengaruhi harga emas dunia, tetapi juga kadar emas, biaya pembuatan, desain, serta kebijakan masing-masing toko.
Sebagai gambaran, harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia pada perdagangan 18 Agustus 2026 menunjukkan kenaikan pada sejumlah kadar. Harga emas perhiasan 24 karat tercatat sekitar Rp2,39 juta per gram.
Sementara itu, harga emas perhiasan 18 karat berada di kisaran Rp1,5 juta per gram. Sebagai pembanding, data Raja Emas Indonesia pada pertengahan Agustus menunjukkan harga 18 karat berada di sekitar Rp1,567 juta per gram.
Baca juga: Long Weekend Maulid Nabi, Daop 5 Purwokerto Layani Lebih dari 131 Ribu Pelanggan
Perlu dicatat, harga emas perhiasan dapat berbeda antara satu toko dengan toko lainnya. Harga jual kepada konsumen juga belum tentu sama dengan harga beli kembali atau buyback. Pergerakan harga emas hari ini menunjukkan pasar masih cukup dinamis. Kenaikan harga Antam sebesar Rp18.000 per gram menjadi salah satu indikator bahwa harga emas batangan kembali menguat setelah sebelumnya berada di level Rp2.677.000 per gram.
Kenaikan harga emas juga tidak terjadi secara seragam pada seluruh produk. Di Pegadaian, misalnya, emas UBS 1 gram berada di atas Antam dan Galeri 24, sedangkan Galeri 24 menjadi pilihan dengan harga 1 gram paling rendah di antara ketiganya.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas untuk investasi, perbedaan harga jual dan harga buyback menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Harga emas yang lebih murah tidak selalu berarti pilihan paling menguntungkan apabila selisih harga jual dan buyback cukup besar.
Harga buyback Antam pada Selasa (18/8/2026) tercatat Rp2.555.000 per gram, sedangkan harga jualnya Rp2.695.000 per gram. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp140.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali.
Untuk emas perhiasan, calon pembeli juga perlu memperhitungkan ongkos pembuatan. Perhiasan memang memiliki nilai emas, tetapi ketika dijual kembali, biaya desain dan pembuatan umumnya tidak sepenuhnya kembali kepada pemilik.
Baca juga: UMKM Banyumas Raya Raup Penjualan Ratusan Juta dan Buka Peluang Ekspor di KKI 2026
Dengan demikian, emas batangan lebih banyak dipilih untuk tujuan investasi karena kadar dan beratnya lebih jelas serta harga buyback lebih mudah dipantau. Sementara emas perhiasan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menggabungkan fungsi investasi dengan kebutuhan aksesori.
Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi global, serta kebijakan masing-masing penjual. Masyarakat disarankan mengecek harga terbaru sebelum membeli atau menjual emas. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.