ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Upaya pemerintah memperkenalkan program Sekolah Rakyat kepada masyarakat luas kini dikemas melalui medium perfilman. Berkolaborasi dengan platform Penjaga Harapan, pemerintah tengah menyiapkan produksi film pendek berdurasi sekitar 25 menit yang mengangkat perjuangan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dalam memperoleh akses pendidikan yang layak.
Film tersebut dirancang dengan pendekatan dramatik yang menonjolkan perjalanan dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi sisi penderitaan. Kisah yang diangkat berfokus pada transformasi kehidupan seorang anak yang sebelumnya harus bekerja demi membantu keluarga, hingga akhirnya mendapat kesempatan menempuh pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Koordinator Konten Penjaga Harapan, Doni Adhitia mengatakan, film ini tidak sekadar menjadi karya sinematik, tetapi juga sarana untuk menyampaikan nilai dan semangat program kepada masyarakat secara lebih dekat dan menyentuh.
"Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat," kata Doni.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa produksi film harus mampu memberikan dampak nyata dalam membangun optimisme publik terhadap program pemerintah.
Baca juga: Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
"Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Sosial menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan produksi, mulai dari akses lokasi pengambilan gambar, penyediaan data, hingga koordinasi dengan unit-unit terkait.
Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka peluang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mampu meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.
"Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan," ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang hidup dalam kondisi ekonomi sangat terbatas. Melalui konsep sekolah berasrama atau boarding school, program ini diharapkan mampu menghapus hambatan pendidikan akibat faktor ekonomi, zonasi, maupun keterisolasian wilayah.
Film Sebagai Jembatan Komunikasi
Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, menilai film dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif untuk memperkenalkan kebijakan pemerintah kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih humanis.
"Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan," kata Wildanshah.
Film yang mengambil latar wilayah Cariu dan sekitarnya itu mengusung pesan utama “dari gelap menuju terang”. Narasi yang dibangun menitikberatkan pada hadirnya harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi dan zonasi, pembentukan karakter serta keterampilan, hingga peran negara dalam memuliakan masyarakat miskin.
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Mulai Cair Tanggal 20
Proses produksi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kementerian Sosial serta komunitas perfilman. Selain versi utama berdurasi sekitar 25 menit, tim kreatif juga akan menyiapkan trailer singkat berdurasi 30 detik yang akan disebarluaskan melalui berbagai kanal publik, termasuk videotron, guna memperluas jangkauan pesan tentang pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai strategi pengentasan kemiskinan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.