Banner Utama

BGN Tertibkan Ribuan Dapur MBG, Lebih dari 4.500 SPPG Sempat Dihentikan untuk Perbaikan Standar Layanan

Nasional
By Ariyani  —  On May 26, 2026
Caption Foto : Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. (Foto : Dok. BGN).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan sementara operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan standar keamanan pangan dalam program prioritas nasional itu tetap terjaga.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan, pengetatan pengawasan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah untuk meningkatkan mutu pelaksanaan MBG, khususnya bagi para siswa penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Dadan.

BGN mencatat sejak awal 2025 hingga saat ini sebanyak 4.581 SPPG sempat dihentikan sementara operasionalnya untuk menjalani proses evaluasi, pembenahan, dan penyesuaian terhadap standar pelayanan terbaru.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kembali beroperasi. Sementara 1.152 SPPG lainnya masih menjalani tahapan peningkatan kualitas sebelum diizinkan kembali melayani pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat

Bukan Penghentian Permanen

Menurut Dadan, penghentian sementara dilakukan bukan karena penghentian permanen, melainkan sebagai bagian dari proses pembinaan agar seluruh mitra dapat memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Beberapa faktor yang menyebabkan diterbitkannya Surat Peringatan (SP) antara lain infrastruktur yang belum sesuai standar, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga belum dilakukannya pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” jelasnya.

BGN juga menegaskan bahwa mitra SPPG yang saat ini masih menjalani proses perbaikan merupakan bagian penting dalam fase awal implementasi Program MBG. Karena itu, pemerintah tetap membuka ruang pembinaan agar mereka dapat kembali berkontribusi setelah memenuhi persyaratan terbaru.

Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung

“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” tutup Dadan. (*)


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: