ORBIT-NEWS.COM, BREBES - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai berangsur surut setelah sempat merendam sejumlah desa akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi puluhan warga serta melakukan pemantauan kondisi di lokasi terdampak.
Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, menyampaikan bahwa proses evakuasi difokuskan di tujuh desa terdampak, yakni Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padakaton, Dukuhturi, Buara, dan Kubangwungu berlangsung pada Rabu(25/3/2026) malam. Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan sedikitnya 10 unit perahu karet yang berasal dari Basarnas, kepolisian, dan BPBD.
“Pemantauan dan evakuasi kami lakukan di sejumlah desa terdampak dengan mengerahkan 10 unit perahu karet. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah, karena cuaca masih ekstrem,” jelas M. Abdullah.
Berdasarkan kronologi, banjir terjadi pada Rabu malam (25/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Tingginya intensitas hujan menyebabkan debit air meningkat hingga Bendungan Cisadap meluap dan merendam Desa Buara. Air kemudian mengalir ke sejumlah desa lain di sekitarnya.
Warga yang terdampak segera melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Brebes, yang kemudian berkoordinasi dengan Unit Siaga SAR untuk melakukan penanganan darurat.
Baca juga: Bike to Work, Gubernur Ahmad Luthfi Gaungkan Revolusi Hemat Energi di Kalangan ASN
48 Warga Dievakuasi
Dalam peristiwa ini, sebanyak 48 warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, jumlah warga terdampak di tujuh desa diperkirakan mencapai sekitar 7.536 kepala keluarga.
Seiring dengan menurunnya ketinggian air, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel yang terlibat pun telah kembali ke satuan masing-masing.
Meski kondisi mulai membaik, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Bupati Banyumas Ingatkan WFH Tak Boleh Disalahgunakan
“Operasi SAR kami nyatakan ditutup seiring kondisi banjir yang sudah berangsur surut. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” ujar M. Abdullah.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.