ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Sebanyak 405 peserta terlibat dalam aksi World Cleanup Day (WCD) 2026 yang digelar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di tujuh pantai wisata sepanjang pesisir Teluk Penyu. Kegiatan ini tak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam memahami pencemaran perairan.
Aksi yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed, tersebut melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, Relawan Pertamina Peduli (RELPI), serta masyarakat setempat.
Mengusung tema nasional “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”, kegiatan ini mengintegrasikan aksi lingkungan dengan tiga mata praktikum, yakni Pengendalian Pencemaran Perairan, Manajemen Kualitas Air, dan Manajemen Sumberdaya Perikanan.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenali persoalan lingkungan pesisir secara langsung sekaligus menerapkan pengetahuan akademik dalam kegiatan lapangan.
Sampah Pantai Bukan Sekadar Masalah Kebersihan
Baca juga: UIN Saizu Perkuat Tradisi Intelektual Pesantren, Siapkan Mahasiswa Berilmu dan Berkarakter
Wakil Dekan Bidang Akademik FPIK Unsoed, Dr. Nuning Vita Hidayati, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan pesisir perlu mendapat perhatian lebih luas karena berkaitan dengan kualitas perairan dan keberlanjutan ekosistem.
Menurut dia, sampah tidak hanya mengurangi keindahan pantai, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan ekosistem, sumber daya perikanan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Karena itu, kita perlu bergerak melampaui kegiatan membersihkan sampah, menuju upaya memahami sumber pencemaran, dampaknya, dan strategi pencegahannya,” ungkap Nuning.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan menjadi sarana untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan kondisi lingkungan yang sebenarnya.
Baca juga: Sekda Agus Nur Hadie Resmi Dimutasi Jadi Staf Ahli, Bupati Banyumas Puji Kinerjanya
Mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai penyebab pencemaran dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
“Ilmu pengetahuan harus hadir dalam tindakan, dan kepedulian harus diwujudkan melalui kontribusi nyata. Saya berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa dokumentasi kegiatan, tetapi juga pengetahuan baru, pengalaman, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang persoalan pencemaran perairan,” tambahnya.
Praktikum Lapangan Dorong Kepedulian Berkelanjutan
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pengondisian peserta menuju lokasi masing-masing. Pelaksanaan praktikum dilakukan berdasarkan pembagian kelas dan arahan dosen pendamping.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berlatih mengamati kondisi pesisir, mengenali potensi sumber pencemaran, serta mengembangkan kemampuan analisis sebagai bekal dalam merumuskan solusi pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Baca juga: Telur Rp19 Ribu per Kilogram, GPM di Purbalingga Diserbu Warga
Koordinator Program Studi MSP, Dr. Dyahruri Sanjayasari, S.Pt., M.Si., turut memberikan sambutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi untuk memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik dan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Selain membersihkan kawasan pantai, peserta juga didorong membangun kebiasaan ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, dan bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.
Pelaksanaan WCD 2026 didukung PT Surveyor Indonesia, PLN IP UBP Adipala, Pusat Biodiversitas Maritim Unsoed, RELPI, dan UNU Purwokerto.
Kolaborasi perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat tersebut diharapkan memperkuat edukasi lingkungan serta penelitian terapan yang mendukung pelestarian kawasan pesisir.
Melalui kegiatan ini, Unsoed mendorong mahasiswa mengambil peran lebih aktif dalam menjaga lingkungan. Perpaduan aksi bersih pantai dan praktikum diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan pencemaran perairan. (*)
Baca juga: Resmi Jadi Staf Ahli, Ini Deretan Prestasi Agus Nur Hadie Saat Menjabat Sekda Banyumas
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.