UIN Saizu Perkuat Tradisi Intelektual Pesantren, Siapkan Mahasiswa Berilmu dan Berkarakter

Banyumas Raya Pendidikan
By Hervina  —  On Oct 21, 2026
Caption Foto : seminar hari santri 2026 di Hall Perpustakaan UIN Saizu ( Foto : Dok. UIN Saizu )

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pesantren kampus dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan modern, tetapi juga memiliki karakter dan pemahaman keagamaan yang kuat. Upaya memperkuat peran tersebut menjadi fokus seminar Hari Santri Nasional 2026 yang digelar UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Seminar bertajuk “Pesantren Kampus: Merawat Tradisi Intelektual di Era Perubahan” itu diselenggarakan UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Saizu di Hall Perpustakaan UIN Saizu.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Ali Ramdhani dari Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dan Dr. Muhsin Riyadi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sejumlah perwakilan pondok pesantren mitra dan mahasiswa turut mengikuti diskusi mengenai penguatan tradisi keilmuan Islam di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, hadir sekaligus membuka seminar secara resmi. Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Sunhaji serta Mudir Ma’had Al-Jami’ah Dr. Nasrudin beserta tim kerja Ma’had UIN Saizu.

Pesantren Kampus jadi Jembatan Ilmu Modern

Baca juga: Pemprov Jateng Rampungkan Bronjong Sungai Pedes Brebes

Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Saizu, Dr. Nasrudin, mengatakan seminar tersebut menjadi kesempatan untuk memperkaya pengelolaan pesantren kampus melalui pertukaran pengalaman dan diseminasi hasil penelitian.

Menurutnya, tradisi pesantren perlu terus dirawat agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar keilmuan dan nilai-nilai kepesantrenan.

“Kami berharap kajian ini dapat menginspirasi serta meneguhkan kembali tradisi pesantren di lingkungan UIN Saizu agar makin kokoh dan berkesinambungan,” ujar Nasrudin.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi penting untuk membangun integrasi antara transmisi ilmu yang berlandaskan otoritas ulama dan tradisi akademik modern.

“Melalui seminar ini, kita berkomitmen merawat semangat kepesantrenan dan memperkuat kolaborasi antara pesantren dan kampus. Integrasi antara transmisi ilmu berbasis otoritas ulama dan tradisi keilmuan modern di perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak sarjana berwawasan intelektual yang tetap mengakar pada tradisi santri,” katanya.

Baca juga: 9 UMKM Banyumas Raya Tampil di ISEF 2026

Keberadaan Ma’had Al-Jami’ah di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan wawasan intelektual mahasiswa.

Kajian Kitab Kuning jadi Bagian Pembinaan

Dalam pemaparannya, Dr. Muhsin Riyadi menjelaskan bahwa pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari penguatan nilai keagamaan dan budaya hingga tata kelola kelembagaan serta pengembangan program pembinaan mahasantri.

Program yang dijalankan meliputi kajian kitab kuning, Program Pendidikan Tahfiz Al-Qur’an (PPTQ), praktikum ibadah, pembelajaran bahasa, hingga program khusus atau takhassus.

Agar berjalan efektif, program tersebut memerlukan perencanaan anggaran, evaluasi berkelanjutan, serta pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, pengelola, pembina, dan pendamping mahasantri.

Baca juga: Kemenag Purbalingga Sasar 3.654 Warga Miskin Lewat Urab Mendoan

Muhsin menilai Ma’had Al-Jami’ah memiliki nilai strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia dengan kompetensi keagamaan, seperti qari, muazin, imam, dan pengajar.

Meski demikian, pengelolaan pesantren kampus masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, alokasi anggaran, penyesuaian kurikulum, serta adaptasi mahasiswa terhadap pola pembinaan dan kedisiplinan.

Aspek keamanan, pencegahan perundungan, dan penguatan rasa memiliki di kalangan pengelola juga menjadi perhatian untuk menciptakan lingkungan pesantren kampus yang aman dan kondusif.

Melalui seminar Hari Santri Nasional 2026, UIN Saizu berupaya memperkuat Ma’had Al-Jami’ah sebagai ruang pembentukan generasi intelektual yang memiliki kompetensi akademik, pemahaman keagamaan, dan karakter kuat. Kolaborasi pesantren dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: