Harga Jagung Pakan Tembus Rp7.173 per Kg

Bulog Dapat Tambahan Pasokan 150 Ribu Ton
Nasional
By Ariyani  —  On Oct 21, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah menambah alokasi 150 ribu ton jagung pakan bersubsidi melalui Perum Bulog untuk membantu peternak unggas menghadapi lonjakan harga bahan baku pakan. Dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan tahap kedua ini, peternak bisa memperoleh jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog.

Tambahan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi peternak, terutama pelaku usaha peternakan rakyat berskala mikro yang rentan terhadap kenaikan harga jagung di pasaran.

Bapanas menetapkan harga maksimal jagung SPHP sebesar Rp5.500 per kilogram hingga sampai di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada peternak yang telah terdaftar berdasarkan surat keputusan Kementerian Pertanian.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta Bulog mempercepat distribusi tambahan jagung pakan tersebut. Pemerintah menargetkan seluruh alokasi 150 ribu ton dapat disalurkan paling lambat 23 November 2026.

“Ada tambahan SPHP jagung, itu Bulog. Kami minta Bulog untuk distribusi cepat,” kata Amran.

Baca juga: Mentan Amran Surati Kapolri, Desak Mafia Pangan Ditindak

Harga Jagung di Peternak Lebih Mahal dari Harga Acuan

Kebijakan penambahan pasokan jagung pakan dilakukan di tengah tingginya harga jagung di tingkat peternak. Data Bapanas per 19 Oktober 2026 menunjukkan harga rata-rata jagung pipilan kering secara nasional mencapai Rp7.173 per kilogram. Angka tersebut sekitar 23 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) jagung di tingkat peternak yang ditetapkan sebesar Rp5.800 per kilogram.

Di wilayah Jawa, harga rata-rata jagung pipilan kering di tingkat peternak berada pada kisaran Rp6.475 hingga Rp7.250 per kilogram. Sementara itu, di Bali dan Nusa Tenggara, harganya berkisar Rp6.960 sampai Rp7.550 per kilogram.

Tekanan harga juga terjadi di Sumatera. Bapanas mencatat harga jagung di wilayah tersebut berada pada rentang Rp6.400 hingga Rp8.460 per kilogram. Perbedaan harga tersebut menunjukkan pentingnya intervensi pasokan agar peternak, khususnya usaha berskala kecil, tetap dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau. 

Sebelum tambahan alokasi tahap kedua diberikan, program SPHP jagung pakan tahap pertama telah menyalurkan 205,49 ribu ton hingga 20 Oktober 2026. Realisasi tersebut setara dengan 85,2 persen dari target penyaluran tahap pertama sebesar 241,19 ribu ton. Program ini telah menjangkau 11.677 peternak unggas melalui 151 koperasi atau asosiasi yang tersebar di 29 provinsi.

Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen

Dengan tambahan 150 ribu ton, pemerintah berupaya memperluas akses peternak terhadap bahan baku pakan dengan harga yang lebih terkendali. Bulog juga diminta menuntaskan sisa penyaluran tahap pertama bersamaan dengan pelaksanaan penugasan berikutnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan perusahaan untuk memastikan program tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Bulog berkomitmen memastikan penyaluran SPHP jagung berjalan optimal dan tepat sasaran. Kami terus mempercepat penyelesaian sisa penyaluran SPHP jagung tahap pertama, sekaligus menjalankan tambahan penugasan tahap kedua sebanyak 150 ribu ton yang mulai disalurkan hari ini,” ujar Rizal.

Menurutnya, penyaluran akan memprioritaskan peternak unggas skala mikro. Keterlibatan koperasi dan asosiasi diharapkan membantu memastikan jagung bersubsidi diterima peternak yang membutuhkan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: