ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menangkap satu pesan penting dari Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto: pemerintah harus bekerja lebih keras untuk rakyat.
Pesan itu kemudian ditegaskan Luthfi sebagai arah pembangunan Jawa Tengah. Seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026), Luthfi menyebut kesejahteraan masyarakat harus menjadi tujuan akhir setiap program pemerintah.
“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” ujar Luthfi di Gedung Berlian, Semarang.
Luthfi hadir didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Bukan Sekadar Capaian di Atas Kertas
Baca juga: DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Selesai Desember 2026
Menurut Luthfi, berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial hingga swasembada pangan, harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta pembangunan di Jawa Tengah tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan atau capaian program.
“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah. Meski angka kemiskinan turun, jumlah masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah masih besar.
Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan Jawa Tengah tercatat 9,21 persen, turun dari 9,48 persen pada Maret 2025. Namun, sekitar 3,9 juta warga masih berada dalam kelompok desil 1 sampai 4.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
Kelompok inilah yang menurut Luthfi perlu terus mendapatkan perhatian agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berujung pada peningkatan kesejahteraan.
Ekonomi Tumbuh, Investasi Bergerak
Dari sisi ekonomi, Jawa Tengah mencatat pertumbuhan 5,71 persen secara year on year pada triwulan II 2026. Secara kumulatif Semester I-2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,80 persen.
Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Investasi pun menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun dan menyerap 257 ribu tenaga kerja.
Baca juga: DPU Banyumas Ingatkan Pentingnya PBG dan SLF, Legalitas Bangunan Dukung Keamanan dan Kenyamanan
Hingga Semester I-2026, realisasi investasi mencapai Rp48,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.
Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut menjadi modal untuk terus membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum untuk memperkuat hasil pembangunan.
Luthfi menyadari tantangan yang dihadapi tidak ringan. Keterbatasan fiskal daerah dan ketidakpastian geopolitik global menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keselarasan langkah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD.
Baca juga: Lahan Kritis Jateng Capai 317 Ribu Hektare, Setya Arinugroho Desak Rehabilitasi Berkelanjutan
Pembangunan, kata Luthfi, harus terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan pemerintah bukan hanya tentang seberapa tinggi angka pertumbuhan, tetapi seberapa banyak rakyat yang kehidupannya menjadi lebih baik. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.