Tragedi Amruknya Tribun VIP Speed Fest Kejurnas Drift 2026, Ketua KONI Banyumas Soroti Kelalaian Penyelenggara

Update Korban Luka 85 Orang
Caption Foto : Ketua KONI Kabupaten Banyumas, Arie Suprapto. (Foto ; Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Tragedi ambruknya tribun penonton VIP pada ajang Speed Fest Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift 2026 di kawasan GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/7/2026), menuai sorotan berbagai pihak. Ketua KONI Kabupaten Banyumas, Arie Suprapto, menilai insiden tersebut murni disebabkan oleh keteledoran pihak penyelenggara dalam mempersiapkan sarana dan prasarana acara.

Menurut Arie, penyelenggaraan sebuah kejuaraan berskala nasional semestinya mengedepankan aspek keselamatan melalui penerapan standar operasional yang ketat, mulai dari pembangunan tribun hingga penunjukan event organizer (EO) yang berpengalaman.

"EO ini kan kemungkinan sudah dipakai juga dalam event sebelumnya. Seharusnya SOP-nya sudah berjalan dengan baik dan tidak sampai membahayakan penonton," ujar Arie kepada Orbit-News.com.

Ia menegaskan, keselamatan penonton harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan event besar. Terlebih, para penonton telah membeli tiket dengan harapan memperoleh hiburan yang aman dan nyaman, bukan justru mengalami musibah.

"Dalam sebuah event besar, apalagi kelas nasional, keselamatan penonton adalah yang paling utama. Mereka datang, membeli tiket, ingin menikmati hiburan, bukan menjadi korban kecelakaan," tegasnya.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Korban Luka Bertambah Menjadi 85 Orang

Arie mengungkapkan, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, jumlah korban luka akibat ambruknya tribun VIP kini bertambah menjadi 85 orang. Beberapa di antaranya mengalami luka berat, termasuk patah tulang, sementara lainnya mengalami berbagai cedera akibat tertimpa material tribun dan terjatuh saat kejadian.

Para korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Banyumas, di antaranya RST Wijaya Kusuma (DKT), RS Elisabeth Purwokerto, RS Orthopaedi Purwokerto, RS Geriatri, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Ananda, serta beberapa rumah sakit lainnya yang ikut membantu proses penanganan medis. 

Lebih lanjut, Arie menjelaskan, proses pembuatan tribun penonton telah dimulai sejak Rabu (22/7/2026). Ia bahkan sempat melihat langsung proses perakitannya.

Menurutnya, tribun tersebut dibangun memanjang dari sisi utara hingga timur arena dengan konstruksi menggunakan rangka besi sebagai penyangga dan papan sebagai lantai, serta memiliki tinggi sekitar dua meter dengan model bertingkat (trap).

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

"Tribun menggunakan besi-besi sebagai tiang dan juga menggunakan papan. Ketinggiannya sekitar dua meter dan dibuat bertingkat. Kalau pembangunannya sesuai SOP, seharusnya tribun tersebut mampu menampung penonton sesuai kapasitas yang telah ditentukan," jelasnya.

Menutup keterangannya, Arie Suprapto menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut. Ia berharap seluruh korban segera mendapatkan penanganan terbaik dan pulih dari luka yang dialami.

Selain itu, ia meminta pihak penyelenggara bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban serta melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan event-event di Banyumas.

"Semoga seluruh korban segera pulih dan mendapatkan penanganan terbaik. Penyelenggara juga harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Yang terpenting, semoga musibah seperti ini tidak pernah terulang lagi di Banyumas," pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: