ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat upaya ketahanan keluarga dengan melatih 100 fasilitator jejaring lokal dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Yogyakarta, mulai Selasa (7/4/2026) hingga Jumat (10/4/2026). Program ini menekankan kolaborasi lintas sektor melalui optimalisasi peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat layanan keluarga dan keagamaan.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah Amir, menekankan bahwa penguatan keluarga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, layanan bimbingan perkawinan tidak cukup dipahami sebagai prosedur administratif.
“Bimbingan perkawinan harus membekali kesiapan mental, spiritual, sosial, dan tanggung jawab pasangan. Ini tentang membangun fondasi keluarga yang kuat, bukan sekadar mencatat pernikahan,” jelasnya.
Lubenah menyoroti bahwa banyak masalah keluarga berakar dari lemahnya kesiapan di fase awal pernikahan. Oleh karena itu, pendekatan layanan KUA perlu bergeser dari administratif menjadi edukatif dan preventif.
“KUA harus hadir memberikan pendampingan nyata, bukan sekadar formalitas. Layanan keluarga harus bisa menjawab persoalan riil masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Tak Ada Kenaikan Biaya Haji 2026, Penyesuaian Biaya Ditanggung Pemerintah
Bimtek ini juga menekankan pentingnya KUA sebagai simpul koordinasi yang menghubungkan berbagai pihak, termasuk penyuluh agama, penghulu, pemerintah daerah, layanan kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat.
“Keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari perubahan yang terjadi di masyarakat. Apakah pasangan lebih siap dan matang mengelola rumah tangga,” kata Lubenah.
Fasilitator Lokal
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Zudi Rahmanto mengatakan, bahwa fasilitator lokal menjadi kunci keberhasilan program. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun jejaring, memetakan potensi wilayah, dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan lokal.
Salah satu fokus baru yang diperkenalkan dalam Bimtek adalah literasi keuangan keluarga. Zudi menjelaskan bahwa banyak masalah rumah tangga berawal dari ketidaksiapan mengelola keuangan. Literasi keuangan diselaraskan dengan program Sekolah Relasi Suami-Istri (SERASI) untuk memperkuat kualitas relasi dalam rumah tangga.
Baca juga: PLN Pastikan Listrik Tetap Andal Saat WFH
“Fasilitator diharapkan menjadi penghubung antara program Kemenag dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.