Banner Utama

Wali Kota Pekalongan Sebut Penyebaran HIV/AIDS Masuk Siaga Satu, Pemkot Perkuat Edukasi dan Pencegahan

Kesehatan
By Vivin  —  On May 20, 2026
Caption Foto : Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid. (Foto : Dok.Kominfo Kota Pekalongan).

ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi terkait HIV/AIDS seiring meningkatnya kasus yang dinilai membutuhkan penanganan lebih serius. Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid bahkan menyebut kondisi penyebaran HIV/AIDS saat ini telah memasuki kategori “siaga satu”.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi polemik yang berkembang di media sosial terkait surat Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mengenai rencana pelaksanaan rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Karimunjawa pada Juni 2026.

Menurut Aaf, sapaan Afzan, masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara menyeluruh. Fokus utama pemerintah, kata dia, bukan pada lokasi kegiatan, melainkan pada upaya memperkuat edukasi dan penanganan HIV/AIDS yang kini menjadi perhatian serius di Kota Pekalongan.

“Yang perlu dipahami masyarakat, kegiatan itu berkaitan dengan edukasi dan penanganan HIV/AIDS. Saat ini kondisi penyebaran HIV/AIDS sudah sangat memprihatinkan. Bahkan saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan bahwa ini sudah masuk kategori siaga satu,” katanya.

Ia mengungkapkan, peningkatan kasus HIV/AIDS saat ini tidak hanya ditemukan pada kelompok tertentu. Penyebaran disebut mulai menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan lingkungan kampus. Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan penting agar langkah pencegahan dilakukan lebih masif sejak dini, terutama melalui edukasi kepada generasi muda dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya perilaku berisiko.

Baca juga: Bolehkah Penderita Hipertensi Minum Kopi? Ini Batas Aman dan Tips Konsumsinya

“Ini yang harus kita pahami bersama. Penyebarannya sudah masuk ke berbagai lingkungan, termasuk kampus dan generasi muda. Maka edukasi tidak boleh berhenti. Pencegahan harus diperkuat,” tegasnya.

Perkuat Edukasi dan Sosialisasi Hidup Sehat

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Pekalongan terus memperkuat program edukasi melalui sosialisasi pola hidup sehat, penyuluhan kesehatan reproduksi, pemeriksaan kesehatan, konseling, deteksi dini, hingga pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).

Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan kaji terap dengan mempelajari strategi penanganan dari daerah lain yang memiliki tingkat kasus HIV/AIDS cukup tinggi. Hasil kajian tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di Kota Pekalongan. Meski demikian, Aaf menegaskan seluruh program tetap akan mempertimbangkan efisiensi anggaran serta masukan masyarakat agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran.

“Kita tentu menerima masukan dari masyarakat. Semua akan dievaluasi dan dikaji kembali agar pelaksanaan kegiatan tetap efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persepsi yang kurang baik,” katanya.

Baca juga: Kacang Kapri, Superfood Kaya Serat yang Bantu Cegah Diabetes dan Jaga Kesehatan Jantung

Di sisi lain, Pemkot Pekalongan juga menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kesehatan khusus penanganan HIV/AIDS. Di tengah tren kasus yang terus meningkat, jumlah sumber daya manusia dinilai masih belum ideal. Karena itu, Aaf menilai penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat hingga komunitas pemuda.

“Tenaga khusus penanganan HIV/AIDS kita masih terbatas, sementara jumlah kasus terus meningkat. Maka ini perlu menjadi perhatian bersama. Kita ingin upaya edukasi dan pencegahan di Kota Pekalongan semakin kuat,” jelasnya.

Melalui penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Pekalongan berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan HIV/AIDS semakin meningkat sekaligus membangun lingkungan yang lebih peduli dan tidak memberikan stigma kepada penderita.


Baca juga: Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: