Banner Utama

Ratusan Ribu Guru Ikuti Pelatihan Digital Kemenag, Tren Self-Learning Kian Menguat

Pendidikan
By Ariyani  —  On May 05, 2026
Caption Foto : Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki di program Knowledge-Based Course (KBC), Selasa (5/5/2026). (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Transformasi pembelajaran di kalangan tenaga pendidik semakin terlihat nyata. Program Knowledge-Based Course (KBC) yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menyedot perhatian ratusan ribu guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Data terbaru menunjukkan, lebih dari 274 ribu guru atau sekitar 89,96 persen dari total peserta telah mengikuti pelatihan berbasis digital melalui platform MOOC Pintar. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme guru dalam meningkatkan kompetensi secara mandiri di tengah tuntutan pendidikan yang terus berkembang.

Fenomena ini sekaligus menandai perubahan paradigma di dunia pendidikan. Guru kini tak lagi hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga menjadi pembelajar aktif yang terus meng-upgrade kemampuan. Partisipasi besar dalam program KBC menjadi sinyal kuat tumbuhnya budaya belajar mandiri di kalangan pendidik.

Berbeda dari pelatihan konvensional, KBC mengusung konsep self-learning yang memberi keleluasaan bagi peserta untuk mengatur ritme belajar. Dengan materi yang tersusun sistematis dan dapat diakses secara fleksibel, guru tetap bisa mengikuti pelatihan tanpa mengganggu aktivitas mengajar sehari-hari.

Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menegaskan bahwa dampak program ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu semata, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional

“Guru yang terbiasa belajar mandiri cenderung lebih inovatif, reflektif, dan adaptif dalam merespons kebutuhan peserta didik,” jelas, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, ke depan proses pembelajaran di madrasah dan sekolah perlu semakin menekankan pendekatan yang inovatif dan reflektif agar selaras dengan perkembangan zaman.

Indikator Semangat Belajar Mandiri

Menurut Mastuki, tingginya angka partisipasi dalam KBC menjadi indikator kuat bahwa semangat belajar mandiri di kalangan guru semakin mengakar. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan budaya belajar berkelanjutan di lingkungan Kementerian Agama.

Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, program ini juga dirancang untuk membentuk karakter pembelajar yang disiplin dan bertanggung jawab. Melalui skema self-learning, peserta dituntut mampu mengelola waktu, memahami materi secara aktif, serta menyelesaikan setiap tahapan pembelajaran secara mandiri.

Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

“Model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat,” jelasnya.

Dominasi peserta dari kalangan guru menunjukkan tingginya kesadaran sektor pendidikan terhadap pentingnya pengembangan kapasitas diri. Kini, pelatihan tidak lagi bergantung pada metode tatap muka, melainkan beralih ke sistem digital yang lebih fleksibel dan adaptif.

Kemenag memastikan akan terus mengembangkan model pembelajaran seperti KBC guna mendukung terciptanya ekosistem peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan era digital.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: