Banner Utama

FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

Caption Foto : Kampus UIN Saizu Purwokerto. (Foto : Dok. UIN Saizu).

ORBIT-NEWS.COM, BANJARNEGARA – Upaya mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kabupaten Banjarnegara mendapat dukungan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Melalui Program Magang dan Asistensi Mengajar Terintegrasi Tahun 2026, sebanyak 300 mahasiswa disiapkan untuk terjun langsung membantu proses pembelajaran di berbagai sekolah.

Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko mengungkapkan, program magang ini merupakan respons terhadap kebutuhan tenaga pendidik yang masih dirasakan sejumlah sekolah, khususnya guru kelas dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Berangkat dari belum tercukupinya guru dan/atau guru PAI yang sudah PPG, FTIK UIN Saizu menerjunkan mahasiswa melalui program Magang dan Asistensi Mengajar Terintegrasi,” kata Teguh.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di sekolah dapat menjadi solusi pendukung dalam menjaga kualitas pembelajaran sambil menunggu pemenuhan kebutuhan guru secara permanen. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan pendidikan.

Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Fauzi menjelaskan, program tersebut tidak sekadar menjadi sarana praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata kampus dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk

“Kami hadir bukan hanya membawa program kampus, tetapi juga membawa semangat pengabdian,” ujarnya.

Ia menuturkan, kerja sama antara FTIK UIN Saizu dan Pemkab Banjarnegara telah berlangsung dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hubungan yang telah terjalin tersebut kini diperkuat melalui program magang yang lebih terstruktur dan berdampak langsung bagi sekolah.

Program Magang dan Asistensi Mengajar Terintegrasi dirancang dengan pendekatan akademik yang komprehensif. Kegiatan tersebut dikonversi setara 24 SKS dan dilaksanakan berdasarkan standar operasional yang telah disusun kampus.

“Mahasiswa diterjunkan sesuai standar SOP yang telah disusun dan didampingi dosen pembimbing lapangan pada setiap kelompok,” jelas Prof. Fauzi.

Konsep Terintegrasi

Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional

Selain menjalankan tugas mengajar di sekolah, para mahasiswa juga akan berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat. Dengan konsep terintegrasi tersebut, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat sekitar.

Pada tahun 2026, jumlah peserta program meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan sebelumnya FTIK UIN Saizu menerjunkan sekitar 200 mahasiswa, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 300 mahasiswa yang akan ditempatkan di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Rakit, Pagedongan, dan Klampok.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyambut positif langkah FTIK UIN Saizu tersebut. Menurutnya, kekurangan tenaga pendidik masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami banyak mendengarkan keluhan terkait kurangnya guru kelas maupun guru PAI. Karena itu program ini sangat membantu kami,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan mahasiswa selama ini telah memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat. Meskipun belum menjadi solusi permanen atas kekurangan guru, kontribusi mereka dinilai mampu membantu memperkuat proses belajar mengajar di daerah.

Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa

Melalui kolaborasi ini, FTIK UIN Saizu dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Selain memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi mahasiswa, program tersebut juga menjadi langkah konkret untuk membantu sekolah-sekolah yang masih membutuhkan dukungan tenaga pendidik. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: