Banner Utama

Pemerintah Aktifkan Kembali Ratusan Ribu Peserta PBI JKN, Validasi Data Terus Diperketat

Nasional
By Ariyani  —  On Feb 27, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan penataan kepesertaan Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengungkapkan, dari sekitar 11 juta peserta yang sebelumnya dinonaktifkan, lebih dari 869 ribu orang kini telah kembali memperoleh status aktif melalui berbagai mekanisme. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari proses verifikasi dan perbaikan data penerima bantuan.

“Dari 11 juta yang kemarin nonaktif, sejumlah 869.000 telah aktif kembali melalui berbagai skema,” jelasnya.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, reaktivasi dilakukan melalui beberapa jalur. Sebanyak 132.507 peserta kembali masuk ke segmen PBI JKN setelah melalui proses verifikasi.

Sementara itu, 405.965 peserta dialihkan pembiayaannya ke pemerintah daerah melalui skema PBPU/BP Pemda. Ada pula 184.357 peserta yang berpindah ke segmen pegawai negeri maupun pegawai BUMN/BUMD karena status pekerjaan mereka. Temuan tersebut menjadi indikator bahwa penyaluran bantuan sebelumnya belum sepenuhnya akurat.

Baca juga: Wapres RI ke-6, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

“Jumlahnya masih cukup besar. Ini menjadi penanda bahwa dulu memang belum sepenuhnya tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, 88 peserta tercatat beralih ke pembiayaan perusahaan swasta tempat mereka bekerja. Sebanyak 147.046 peserta memilih menjadi peserta mandiri, bahkan ribuan di antaranya meningkatkan kelas layanan, dimana 6.993 orang naik ke kelas 2 dan 2.990 orang ke kelas 1.

Pemerintah Buka Ruang Reaktivasi

Meski mayoritas penonaktifan dinilai tepat, pemerintah mengakui masih ada data yang perlu diperbaiki. Karena itu, mekanisme reaktivasi tetap dibuka bagi masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria penerima bantuan.

Gus Ipul juga menyebut dirinya telah menandatangani daftar penerima PBI untuk periode bulan depan. Peserta yang berada di luar kelompok desil 1–5 masih dipertahankan sementara selama tiga bulan ke depan sembari pemerintah melakukan sosialisasi.

Baca juga: Komdigi Hadirkan Layanan DARA, Solusi Konsultasi untuk Atasi Adiksi Gim pada Anak

“Kita sarankan bagi yang mampu untuk pindah ke segmen mandiri, tapi bagi yang tidak mampu kita akan aktifkan kembali melalui PBI JKN,” tegasnya. 

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Sekitar 106 ribu peserta yang menderita penyakit kronis dan katastropik telah otomatis direaktivasi sehingga bisa kembali mengakses layanan kesehatan.Kementerian Sosial akan terus melakukan ground check dengan mencocokkan kepemilikan aset untuk memperbarui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses ini juga melibatkan Badan Pusat Statistik guna menjaga konsistensi dan akurasi data.

“Tetap nanti akan dilakukan uji lapangan dan diukur oleh BPS, sehingga konsistensinya tetap terjaga,” pungkas Gus Ipul.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: