ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kondisi jalan yang mulus dan nyaman tidak hanya bergantung pada kualitas aspal. Ada infrastruktur lain yang tak kalah penting tetapi sering luput dari perhatian, yakni drainase jalan.
Di Kabupaten Banyumas, keberadaan drainase menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan usia jalan. Saluran drainase berfungsi mengalirkan air agar tidak menggenang di badan jalan. Sebab, air yang terus-menerus menggenang dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan, terutama ketika air masuk ke lapisan konstruksi jalan.
Namun, kebutuhan drainase di Banyumas masih cukup besar. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.316 kilometer, baru sekitar 20-30 persen yang telah dilengkapi dengan drainase.
Persoalannya bukan hanya soal jumlah. Drainase yang sudah tersedia juga membutuhkan perawatan secara berkala. Sejumlah saluran drainase ditemukan dipenuhi sedimen atau endapan lumpur karena tidak dibersihkan dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut membuat kapasitas saluran berkurang sehingga aliran air tidak dapat berjalan secara optimal.
Karenanya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas mengajak masyarakat ikut menjaga keberadaan drainase, terutama saluran di sisi jalan yang kondisinya masih terbuka. Masyarakat di sekitar jalan diharapkan dapat turut melakukan pembersihan secara rutin dan tidak menjadikan saluran drainase sebagai tempat membuang sampah. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kelancaran aliran air sekaligus mendukung upaya mempertahankan kualitas jalan.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Kepala DPU Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo ST MSi melalui Kabid Jalan dan Drainase Rusli Kurnia ST menjelaskan, secara ideal setiap jalan memang dilengkapi dengan drainase. Infrastruktur tersebut berperan penting dalam mencegah air menggenang di badan jalan sehingga konstruksi jalan dapat bertahan lebih lama.
“Kalau jalan kabupaten di kota, hampir semuanya sudah dilengkapi dengan drainase, seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan RA Wiryaatmaja, Jalan HR Bunyamin, Jalan S Parman dan lainnya. Dengan adanya drainase, usia jalan lebih lama, misalnya Jalan Gatot Subroto, terakhir pengaspalan Tahun 2012, sudah 14 tahun dan kondisinya masih mantap sampai hari ini,” terang Rusli kepada Orbit-News.com, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, belum semua ruas jalan kabupaten dapat dilengkapi drainase karena pembangunan infrastruktur harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Padahal, dari sisi teknis, drainase memiliki peran penting dalam menjaga jalan dari ancaman genangan.
Tim Orong-Orong DPU Banyumas
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Untuk membantu menjaga fungsi drainase, DPU Kabupaten Banyumas memiliki Tim Orong-Orong. Tim tersebut bertugas melakukan pembersihan dan penanganan drainase di sejumlah ruas jalan yang membutuhkan.
Namun, jumlah personel Tim Orong-Orong yang hanya lima orang membuat cakupan pekerjaan mereka terbatas. Dengan panjang jalan kabupaten yang mencapai lebih dari 1.300 kilometer, kebutuhan pembersihan drainase tentu jauh lebih besar dibandingkan kapasitas personel yang tersedia.
“Belum lama ini, kita membersihkan drainase di Jalan S. Parman, sedimennya sangat banyak, sampai dua mobil bak terbuka lebih. Hal ini tentu membuat fungsi drainase terganggu, sehingga di jalan tersebut kerap muncul genangan air yang memicu kerusakan jalan,” kata Rusli.
Endapan sedimen yang menumpuk memang menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan drainase. Ketika saluran tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk menampung dan mengalirkan air, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan air meluber atau menggenang.
Dalam jangka panjang, genangan air di sekitar badan jalan dapat mempercepat penurunan kualitas konstruksi. Karena itu, perawatan drainase sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan kebersihan saluran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga investasi pembangunan jalan.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan
DPU Banyumas pun membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak terkait yang membutuhkan penanganan drainase. Jika terdapat permintaan khusus, Tim Orong-Orong dapat diterjunkan untuk membantu melakukan pembersihan.
“Pada kanan-kiri jalan, biasanya ada selokan untuk menampung air dari badan jalan dan kemudian masuk ke drainase yang ada di bawah trotoar jalan. Drainase tersebut sebenarnya sudah berukuran besar, namun seringkali terdapat sedimen. Idealnya, drainase ini dibersihkan minimal 2-3 tahun sekali, agar fungsinya terjaga,” terangnya.
Sistem drainase jalan di Banyumas tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Pembangunannya menyesuaikan kondisi wilayah, ketersediaan lahan, serta karakteristik jalan. Pada sejumlah ruas jalan, drainase menggunakan talud dengan aliran air dari badan jalan yang diarahkan menuju area persawahan. Sementara pada beberapa jalan kabupaten di kawasan perkotaan, drainase dibuat berupa selokan terbuka di sisi kanan dan kiri jalan karena keterbatasan lahan.
Secara teknis, kondisi jalan yang ideal sebenarnya membutuhkan ruang yang cukup. Menurut Rusli, idealnya terdapat bahu jalan dengan lebar sekitar 0,5 meter di kanan dan kiri jalan yang kemudian ditutup beton. Setelah itu, terdapat drainase dengan lebar sekitar satu meter di masing-masing sisi jalan.
Namun, kondisi ideal tersebut tidak mudah diwujudkan di seluruh ruas jalan Banyumas. Keterbatasan lahan, terutama pada ruas jalan yang sudah berada di kawasan padat penduduk dan perkotaan, menjadi salah satu tantangan. Karena itu, pembangunan dan pengelolaan drainase perlu menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai pengendali aliran air.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
“Ini yang masih menjadi PR kita bersama, namun yang terpenting saat ini adalah, drainase yang sudah ada, harus dijaga bersama-sama, supaya masyarakat sekitar serta pengguna jalan nyaman, dan usia jalan bisa lebih lama,” pungkasnya.
Menjaga Drainase Berarti Menjaga Jalan Banyumas
Upaya menjaga kualitas jalan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Infrastruktur jalan merupakan fasilitas publik yang digunakan bersama, sehingga keberlangsungannya juga membutuhkan kepedulian masyarakat.
Menjaga drainase tetap bersih, tidak membuang sampah ke saluran air, serta segera melaporkan apabila terdapat saluran tersumbat merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar.
Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan
Ketika drainase berfungsi dengan baik, air hujan dapat segera dialirkan dan tidak berlama-lama menggenangi badan jalan. Dengan demikian, risiko kerusakan jalan dapat ditekan, perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman, dan anggaran pemeliharaan jalan dapat digunakan secara lebih efektif.
Langkah DPU Kabupaten Banyumas dalam menjaga kualitas jalan tersebut juga sejalan dengan Program Trilas Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, khususnya poin ke-11 mengenai pembangunan jalan berkualitas lintas desa dan kota.
Pada akhirnya, jalan yang berkualitas bukan hanya tentang aspal yang mulus. Ada sistem drainase yang harus bekerja di baliknya, ada perawatan yang harus dilakukan secara rutin, dan ada kepedulian masyarakat yang ikut menentukan keberlanjutan infrastruktur tersebut. Sebab, merawat drainase hari ini bukan sekadar mencegah genangan, tetapi juga menjadi investasi bersama agar jalan Banyumas tetap nyaman, aman, dan lebih awet untuk digunakan masyarakat dalam jangka panjang. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.