ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai religius melalui peluncuran Trilas Program Insentif Keagamaan. Program ini resmi dilaunching oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bertepatan dengan kegiatan Pelepasan Jemaah Haji Kabupaten Banyumas, Kamis (30/4/2026), di Pendopo Si Panji, Purwokerto.
Peluncuran program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memberikan perhatian lebih kepada para pelaku layanan keagamaan yang selama ini berperan penting dalam membina moral dan karakter masyarakat. Trilas Program hadir dengan tiga fokus utama, yakni pemberian insentif bagi guru ngaji, bantuan operasional untuk pondok pesantren, serta insentif bagi marbot masjid dan petugas kebersihan rumah ibadah.
Bupati Sadewo menegaskan, peran para guru ngaji, pengelola pondok pesantren, hingga marbot masjid sangat vital dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Menurutnya, kontribusi mereka selama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Perhatian dan dukungan dari pemerintah menjadi sangat penting sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” katanya.
Ia berharap, melalui Trilas Program ini, semangat para pelaku keagamaan dalam mengembangkan pendidikan berbasis nilai spiritual semakin meningkat. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kehidupan sosial masyarakat Banyumas yang religius dan harmonis.
“Program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga bentuk keberpihakan pemerintah kepada para pengabdi keagamaan agar mereka semakin termotivasi dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai keagamaan di masyarakat,” tambah Sadewo.
Penghormatan Untuk Pengabdi Keagamaan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Banyumas, Nungky Harry Rachmat, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk nyata penghormatan pemerintah daerah terhadap para pengabdi keagamaan.
“Ini adalah bentuk apresiasi kepada para pengabdi keagamaan yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga akhlak generasi, memakmurkan tempat ibadah, dan membina umat dengan keteladanan,” jelasnya.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Dalam pelaksanaannya, Program Trilas menjangkau ribuan penerima manfaat. Sebanyak 1.610 guru ngaji menerima insentif sebesar Rp100 ribu per bulan. Kemudian, 199 pondok pesantren mendapatkan bantuan operasional guna mendukung kegiatan pendidikan keagamaan. Sementara itu, 345 marbot masjid dan petugas kebersihan rumah ibadah juga memperoleh insentif dengan nominal yang sama selama tujuh bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme hibah yang disalurkan melalui Kantor Kementerian Agama setempat sebagai representasi pemerintah pusat di daerah. Skema ini diharapkan dapat memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Melalui Program Trilas Insentif Keagamaan ini, Pemkab Banyumas ingin memastikan bahwa para pelaku layanan keagamaan mendapatkan perhatian yang layak. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual.
Baca juga: Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bergerak Cegah Kekerasan di Pesantren
“Harapannya, program ini dapat terus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan para pelaku keagamaan serta memperkuat kehidupan religius masyarakat Banyumas,” tutup Nungky.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.