ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kemampuan berpikir dewasa tidak muncul secara tiba-tiba ketika seseorang memasuki usia tertentu. Proses tersebut berkembang secara bertahap seiring pertumbuhan otak, pengalaman hidup, pendidikan, serta lingkungan tempat seseorang dibesarkan.
Menariknya, perkembangan kedewasaan otak antara perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan waktu. Perempuan umumnya mengalami beberapa tahap perkembangan otak lebih awal dibandingkan laki-laki. Namun, hal ini bukan berarti semua perempuan lebih dewasa daripada laki-laki pada usia yang sama.
Perempuan Cenderung Lebih Cepat Mengalami Kematangan
Sejumlah penelitian perkembangan otak menunjukkan bahwa perempuan rata-rata mengalami beberapa proses pematangan otak lebih awal dibandingkan laki-laki, terutama pada masa remaja.
Pada usia 10–14 tahun, anak perempuan umumnya mulai menunjukkan perkembangan kemampuan mengelola emosi, memahami hubungan sosial, serta mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan mereka.
Baca juga: Sekali Klik Bisa Bikin Geger! Waspadai Bahaya Hoaks yang Mengancam Masyarakat
Sementara itu, pada anak laki-laki, perkembangan tersebut dapat berlangsung sedikit lebih lambat. Pada rentang usia 12–16 tahun, sebagian anak laki-laki mulai menunjukkan peningkatan kemampuan mengendalikan impuls, memahami tanggung jawab, dan mempertimbangkan keputusan.
Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan kecenderungan umum, bukan patokan mutlak untuk setiap individu.
Kapan Otak Mulai Benar - Benar Matang?
Salah satu bagian otak yang berperan penting dalam pengambilan keputusan adalah korteks prefrontal. Bagian ini membantu seseorang merencanakan sesuatu, mengendalikan dorongan sesaat, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional.
Perkembangan korteks prefrontal berlangsung hingga usia dewasa muda, umumnya sampai pertengahan usia 20-an dan dapat berlanjut setelahnya.
Baca juga: Sering Kehujanan dan Baju Tak Kunjung Kering? Begini Cara Agar Pakaian Tidak Bau Apek
Karena itu, seseorang yang sudah berusia 18 tahun belum tentu memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang sepenuhnya matang.
Tanda Anak Mulai Memiliki Pola Pikir Dewasa
Kedewasaan tidak hanya diukur berdasarkan usia atau perubahan fisik. Ada sejumlah perilaku yang dapat menunjukkan perkembangan pola pikir seseorang, di antaranya:
Mampu mengendalikan emosi. Tidak mudah meledak ketika menghadapi masalah atau perbedaan pendapat.
Berani bertanggung jawab. Bersedia menerima konsekuensi dari keputusan dan tindakan yang dilakukan.
Baca juga: 5 Weton Kelahiran yang Dipercaya Paling Peka terhadap Dunia Gaib, Begini Menurut Primbon Jawa
Mampu berpikir sebelum bertindak. Tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena mengikuti keinginan sesaat.
Memahami sudut pandang orang lain. Mampu menghargai perasaan dan pendapat orang lain.
Bisa membedakan keinginan dan kebutuhan. Tidak selalu mengikuti dorongan pribadi tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Mampu menyelesaikan masalah. Berusaha mencari solusi tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Pola Asuh dan Lingkungan Turut Berpengaruh
Baca juga: Sering Mengeluarkan Bau Menyengat, Lembing Ternyata Punya Cara Unik Melindungi Diri
Selain faktor biologis, pola asuh keluarga, pendidikan, pergaulan, serta pengalaman hidup turut memengaruhi perkembangan kedewasaan anak.
Anak yang terbiasa diberi tanggung jawab, diajak berdiskusi, dan dilatih menyelesaikan masalah cenderung memiliki kesempatan lebih baik untuk mengembangkan kemampuan berpikir mandiri.
Sebaliknya, usia yang lebih tua tidak otomatis menjamin seseorang memiliki pola pikir dewasa.
Dengan demikian, tidak ada angka pasti yang bisa digunakan untuk menentukan kapan anak perempuan atau laki-laki menjadi dewasa dalam berpikir. Perempuan memang rata-rata mengalami beberapa tahap kematangan perkembangan lebih awal, tetapi kedewasaan setiap individu tetap dipengaruhi oleh banyak faktor. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.