ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Botol plastik, kardus, kertas hingga sisa makanan kerap dianggap sebagai barang yang sudah tidak berguna. Padahal, jika dipilah dan dikelola dengan tepat, sebagian di antaranya masih bisa dimanfaatkan bahkan menghasilkan nilai ekonomi.
Cara pandang tersebut coba dibangun Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melalui program KKN Tematik di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
Edukasi mengenai pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular digelar melalui workshop di MA Anwaarul Hidayah Karangnangka. Kegiatan diikuti masyarakat desa serta santri Pondok Pesantren Anwaarul Hidayah.
Dari Masalah Lingkungan Jadi Peluang Ekonomi
Workshop tersebut mengajak peserta tidak hanya melihat sampah dari sisi kebersihan lingkungan. Sampah juga dikenalkan sebagai material yang masih dapat digunakan kembali, diperbaiki, didaur ulang, atau diolah menjadi produk bernilai.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu, Ubaidillah, hadir sebagai narasumber akademisi. Sementara Seia Piantara memberikan materi dari perspektif praktisi.
Kegiatan dipandu Desi Wahyuningsih, mahasiswa FEBI UIN Saizu.
Konsep yang diperkenalkan adalah ekonomi sirkular. Prinsipnya, barang dan material diusahakan memiliki usia pemanfaatan lebih panjang sehingga tidak langsung berakhir menjadi limbah.
Pola tersebut berbeda dengan sistem ekonomi linear yang selama ini dikenal dengan konsep mengambil bahan, membuat produk, menggunakan, kemudian membuangnya.
Bank Sampah hingga Upcycling
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Jika dilakukan secara konsisten, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi.
Bank sampah dapat menjadi salah satu pilihan. Material yang telah dipilah bisa dikumpulkan dan memiliki nilai jual. Selain itu, masyarakat dapat mengembangkan pengolahan kompos, pemanfaatan barang bekas hingga upcycling menjadi produk baru.
Teknologi digital juga dapat digunakan untuk membuat pengelolaan lebih tertib. Data setoran, berat sampah, nilai material hingga komunikasi penjemputan dapat dicatat secara digital.
UIN Saizu Dorong Gerakan Berkelanjutan
KKN Tematik UIN Saizu menekankan agar edukasi tersebut tidak berhenti setelah workshop selesai. Salah satu gagasan yang diperkenalkan adalah gerakan “7 Hari Desa/Madrasah Lebih Sirkular”.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Gerakan tersebut dapat dimulai dengan mengidentifikasi jenis sampah yang dihasilkan, menyediakan tempat pemilahan, mengurangi sampah makanan, mengolah sampah organik, mengumpulkan material bernilai, hingga menghitung hasil pengelolaan.
UIN Saizu berharap perubahan tersebut dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.
Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka ruang bagi pemberdayaan masyarakat.
Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai barang buangan pun dapat berubah menjadi sumber daya. Dari yang semula dibuang, kini dipilah; dari yang dianggap tidak bernilai, berpeluang menjadi berkah. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.