Jangan Paksa Anak Langsung Berenang, Ini Tahapan yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Mengajarkan anak berenang membutuhkan kesabaran. Sebagian anak mungkin langsung berani bermain di air, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu cukup lama untuk merasa nyaman.

Karena itu, orang tua tidak perlu terburu-buru mengajarkan berbagai gaya renang. Proses dapat dimulai dari keterampilan sederhana yang membuat anak mengenal air sekaligus memahami cara menjaga keselamatan diri.

1. Bangun Keberanian di Air

Sebelum belajar berenang, biarkan anak terbiasa dengan suasana kolam. Orang tua bisa mengajak anak bermain air di bagian yang dangkal.

Ajak anak mencipratkan air ke tangan, kaki, dan wajah secara perlahan. Jangan memaksa anak mencelupkan kepala jika masih takut.

Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh

2. Belajar Mengatur Nafas

Ketika anak sudah mulai nyaman, latihan dapat dilanjutkan dengan mengatur napas.

Anak bisa diajak menarik napas di atas permukaan air kemudian mengembuskannya melalui mulut ketika wajah berada di dalam air.

Latihan meniup gelembung di dalam air juga dapat menjadi permainan sederhana untuk mengenalkan teknik tersebut.

3. Latihan Mengapung

Baca juga: 120 Pengendara Jelajah Jakarta-Mandalika

Mengapung merupakan kemampuan dasar yang penting. Orang tua dapat menopang tubuh anak ketika berlatih telentang di permukaan air.

Berikan dukungan hingga anak mulai memahami bahwa tubuhnya dapat mengapung. Jangan langsung melepaskan pegangan ketika anak belum siap.

4. Mulai Gerakan Kaki

Setelah mampu mengapung dengan bantuan, anak dapat mulai mengenal gerakan kaki.

Pegangan pada tepi kolam atau alat bantu yang sesuai dapat digunakan untuk latihan menendang air. Gerakan dilakukan secara perlahan sambil memastikan posisi tubuh tetap aman.

Baca juga: Anniversary IX SSB Masjaya Sokaraja, 16 SSB Siap Adu Talenta Rebut Puluhan Juta Rupiah

5. Kenalkan Gerakan Tangan

Berikutnya, anak dapat belajar menggerakkan tangan. Tidak perlu langsung mengejar teknik gaya bebas atau gaya dada yang sempurna.

Fokus awalnya adalah membuat anak mampu mengoordinasikan gerakan tangan, kaki, dan pernapasan.

6. Jangan Paksa Anak

Setiap anak memiliki perkembangan berbeda. Jika anak terlihat takut, lelah, kedinginan, atau tidak nyaman, latihan sebaiknya dihentikan.

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Cilacap Baru 45,7 Persen

Pengalaman pertama yang menyenangkan justru dapat membantu anak membangun kepercayaan diri di dalam air.

Keselamatan Tak Boleh Diabaikan

Kemampuan berenang membutuhkan proses. Bahkan ketika anak sudah bisa berenang, orang tua tetap perlu memberikan pengawasan langsung ketika anak berada di sekitar kolam, sungai, pantai, atau tempat dengan air lainnya.

Anak juga perlu mengetahui aturan sederhana, seperti tidak masuk ke kolam tanpa orang dewasa, tidak berlari di tepi kolam, dan tidak mendorong orang lain ke dalam air.

Jika orang tua kesulitan mengajarkan teknik dasar, instruktur renang dapat membantu memberikan latihan sesuai kemampuan anak.

Baca juga: Sudah Makan Sedikit tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun? Ini Penyebabnya

Mengajarkan berenang bukan tentang seberapa cepat anak menguasai gaya renang, tetapi bagaimana anak menjadi nyaman di air sekaligus memiliki keterampilan untuk menjaga dirinya tetap aman. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: