Kenali Katarak Sejak Dini, Waspadai Gejala yang Sering Dianggap Sepele

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Aug 07, 2026
Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Katarak merupakan salah satu gangguan mata yang paling sering menyebabkan penurunan penglihatan, terutama pada orang berusia lanjut. Penyakit ini terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh, sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak dapat diteruskan secara optimal ke retina.

Meski identik dengan proses penuaan, katarak sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja. Faktor seperti diabetes, cedera mata, paparan sinar ultraviolet berlebihan, kebiasaan merokok, hingga penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko munculnya katarak.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala awal katarak karena perkembangannya berlangsung perlahan. Padahal, mengenali tanda-tanda sejak dini dapat membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat sebelum gangguan penglihatan semakin berat.

Gejala Awal Katarak

Pada tahap awal, katarak umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, beberapa gejala berikut patut diwaspadai:

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

  • Penglihatan mulai kabur atau berkabut.
  • Mata mudah silau saat melihat lampu kendaraan atau sinar matahari.
  • Warna benda terlihat lebih kusam atau menguning.
  • Sulit melihat pada malam hari.
  • Sering mengganti ukuran kacamata, tetapi penglihatan tetap tidak membaik.
  • Muncul penglihatan ganda pada satu mata dalam beberapa kasus.

Karena gejala berkembang secara bertahap, banyak penderita menganggapnya sebagai penurunan penglihatan akibat usia biasa.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Selain bertambahnya usia, beberapa kondisi dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami katarak, antara lain:

  • Diabetes melitus.
  • Kebiasaan merokok.
  • Paparan sinar UV tanpa pelindung mata.
  • Riwayat cedera atau operasi mata.
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam waktu lama.
  • Riwayat katarak dalam keluarga.

Mengetahui faktor risiko ini dapat membantu seseorang lebih waspada terhadap perubahan pada penglihatannya.

Kapan Harus Periksa Mata?

Baca juga: Kebiasaan Gigit Kuku, Sepele tapi Bisa Berdampak pada Kesehatan

Pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan apabila mulai merasakan penglihatan kabur yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kesulitan membaca, atau tidak nyaman saat berkendara pada malam hari. Pemeriksaan rutin juga dianjurkan bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun atau mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

Dokter mata dapat memastikan apakah gangguan penglihatan disebabkan oleh katarak atau kondisi lain yang memerlukan penanganan berbeda.

Tidak semua kasus katarak dapat dicegah karena proses penuaan merupakan faktor alami. Namun, risiko dan perkembangannya dapat diperlambat dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, menggunakan kacamata pelindung dari sinar UV saat beraktivitas di luar ruangan, mengonsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan, serta mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes.

Menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan obat-obatan tertentu tanpa pengawasan tenaga medis dan rutin menjalani pemeriksaan mata. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: