ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Sudah mengurangi porsi makan, bahkan merasa hanya makan sedikit setiap hari, tetapi angka di timbangan tetap tidak bergerak? Kondisi ini cukup sering membuat seseorang merasa frustrasi saat berusaha menurunkan berat badan.
Mengurangi makanan memang dapat membantu menciptakan defisit kalori. Namun, berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh seberapa banyak seseorang makan. Pola tidur, aktivitas fisik, pilihan makanan, kondisi metabolisme hingga kebiasaan sehari-hari juga dapat berpengaruh.
Porsi Sedikit Belum Tentu Rendah kalori
Salah satu penyebab berat badan sulit turun adalah anggapan bahwa makanan dalam porsi kecil selalu berarti rendah kalori.
Padahal, makanan dengan ukuran kecil bisa mengandung kalori cukup tinggi. Misalnya makanan yang banyak mengandung minyak, gula, santan, saus, atau bahan tambahan lainnya.
Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh
Karena itu, bukan hanya jumlah makanan yang perlu diperhatikan, tetapi juga kandungan dan kualitas makanan yang dikonsumsi.
Minuman Juga Bisa Menambah Kalori
Kebiasaan minum juga sering luput dari perhatian. Kopi dengan gula dan krimer, minuman kemasan, teh manis, minuman kekinian, hingga jus dengan tambahan gula dapat menyumbang kalori cukup banyak.
Seseorang bisa merasa sudah makan sedikit, tetapi asupan kalori dari minuman membuat total konsumsi harian tetap tinggi.
Kurang Bergerak
Baca juga: Harus Bergadang? Ini Tips Aman Buatmu yang Harus Melek Tengah Malam
Berat badan juga dipengaruhi oleh jumlah energi yang digunakan tubuh.
Jika seseorang mengurangi makanan tetapi aktivitas sehari-harinya sangat minim, pengeluaran energi juga menjadi rendah. Terlalu banyak duduk, jarang berjalan kaki, dan tidak melakukan aktivitas fisik dapat membuat proses penurunan berat badan berjalan lebih lambat.
Perhatikan Pola Tidur
Waktu tidur juga tidak boleh diabaikan ketika sedang berusaha menurunkan berat badan.
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah merasa lapar atau memiliki keinginan lebih besar untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Baca juga: Jangan Sepelekan! Merokok Sambil Berkendara Bisa Bikin Celaka
Karena itu, mengatur pola tidur menjadi bagian penting selain mengatur pola makan.
Cairan Tubuh Berpengaruh
Angka timbangan yang tidak turun bukan selalu berarti lemak tubuh tidak berkurang.
Berat badan dapat berubah akibat jumlah cairan dalam tubuh, asupan garam dan karbohidrat, perubahan hormon, isi saluran pencernaan, hingga waktu seseorang menimbang berat badan.
Karena itu, perubahan berat badan sebaiknya dilihat sebagai sebuah tren dalam beberapa minggu, bukan hanya berdasarkan angka dalam satu atau dua hari.
Baca juga: Bukan Cuma Soal Banyak Uang, Rasa Syukur Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Jangan Terlalu Membatasi Makan
Mengurangi makan secara berlebihan juga bukan solusi yang tepat. Tubuh tetap membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan fungsi normal.
Pola makan yang terlalu ketat juga dapat membuat seseorang mudah lelah, sulit mempertahankan pola diet, atau mengalami keinginan makan berlebihan setelah menahan lapar terlalu lama.
Upaya menurunkan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kualitas makanan, kecukupan protein dan serat, aktivitas fisik, serta tidur yang cukup.
Jika berat badan sulit turun meski pola makan dan aktivitas sudah diperbaiki dalam waktu cukup lama, terutama bila disertai keluhan lain, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu mencari penyebabnya. (*)
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Cilacap Baru 45,7 Persen
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.