ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Pemkab Cilacap mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tengah masih rendahnya persentase masyarakat yang telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Hingga pekan ke-39 tahun 2026, sebanyak 944.068 warga Cilacap tercatat telah mengikuti program CKG. Jumlah tersebut setara dengan 45,73 persen dari total sasaran yang mencapai 2.065.475 jiwa.
Capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata Jawa Tengah yang mencapai 48,67 persen. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkab Cilacap karena masih terdapat lebih dari separuh sasaran yang perlu dijangkau hingga akhir 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Cilacap, Sumbowo mengatakan, CKG tidak sekadar menjadi program pemeriksaan kesehatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyakit dan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini. Menurutnya, capaian 45,73 persen harus menjadi pemicu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan pelayanan.
“Capaian kita saat ini sebesar 45,73 persen, masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebesar 48,67 persen. Artinya, masih ada sekitar 54,27 persen masyarakat dari total sasaran 2.065.475 jiwa yang harus kita jangkau bersama hingga akhir tahun,” ujar Sumbowo.
Ia meminta percepatan tidak hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Seluruh organisasi perangkat daerah dan unsur pemerintahan diminta mengambil peran sesuai dengan sasaran yang harus dijangkau.
Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh
Dinas Pendidikan, misalnya, diarahkan membantu memperluas pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah. Dinas Sosial diminta mengawal kelompok masyarakat rentan, sementara Disdukcapil berperan memastikan data sasaran tetap valid. Adapun Dinas Ketenagakerjaan diharapkan membantu membuka akses pemeriksaan bagi kelompok pekerja.
“Tidak boleh ada ego sektoral dan program yang berjalan sendiri-sendiri. Yang kita bangun adalah satu gerak, satu data, satu koordinasi, dan satu tujuan agar masyarakat Cilacap memperoleh pemeriksaan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” tegasnya.
944 Ribu Warga Sudah Ikuti CKG
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Cilacap, Hasanuddin menjelaskan, secara jumlah peserta, Cilacap telah mencatatkan 944.068 warga yang mengikuti CKG. Jumlah tersebut membuat Cilacap berada di posisi kedua kabupaten/kota dengan peserta CKG terbanyak di Jawa Tengah, setelah Kabupaten Brebes.
Namun, jika dihitung berdasarkan persentase terhadap jumlah sasaran, posisi Cilacap masih berada di peringkat ke-28 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa besarnya jumlah peserta belum sepenuhnya sebanding dengan luasnya sasaran yang harus dilayani.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Berdasarkan kelompok usia, capaian CKG di Cilacap juga masih bervariasi. Kelompok bayi baru lahir usia 0–1 tahun mencapai 60 persen dari target 70 persen. Sementara itu, kelompok balita dan anak prasekolah usia 1–5 tahun baru mencapai 39,1 persen dari target 55 persen.
"Untuk kelompok usia sekolah dan remaja, capaian berada di angka 53,8 persen dari target 70 persen. Kelompok usia dewasa mencatat 44,8 persen dari target 46 persen, atau sudah mendekati target. Capaian kelompok lansia masih berada di angka 35,4 persen dari target 55 persen," jelas Hasanuddin.
Sementara itu, skrining kesehatan jiwa bagi kelompok dewasa dan lansia justru mencatat hasil lebih tinggi. Sebanyak 74,7 persen atau 547.937 warga telah mendapatkan layanan tersebut, melampaui target 46 persen.
Evaluasi juga dilakukan berdasarkan kinerja masing-masing wilayah kerja puskesmas. Puskesmas Cilacap Utara II menjadi wilayah dengan persentase kehadiran tertinggi, yakni 67,42 persen. Berikutnya Puskesmas Dayeuhluhur II dengan 65,61 persen dan Nusawungu I sebesar 64,62 persen.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah wilayah dengan capaian yang relatif rendah. Puskesmas Kawunganten mencatat 22,77 persen, Kampunglaut 27 persen, dan Adipala I sebesar 28,65 persen. Wilayah dengan capaian rendah tersebut menjadi sasaran intervensi agar percepatan CKG dapat dilakukan secara lebih terarah.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Hasanuddin mengatakan evaluasi tidak hanya berfokus pada jumlah warga yang telah diperiksa, tetapi juga pada temuan kesehatan yang muncul selama proses skrining. Salah satunya terlihat dari pemeriksaan terhadap calon pengantin. Hingga evaluasi dilakukan, sebanyak 13.499 orang telah menjalani skrining HIV dan 10.596 orang mendapatkan skrining sifilis.
Untuk mengejar sasaran yang belum mendapatkan pemeriksaan, Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Cilacap meminta seluruh puskesmas menerapkan strategi jemput bola. Langkah tersebut dilakukan dengan memetakan masyarakat yang belum terlayani, kemudian mendatangi kelompok sasaran secara lebih aktif. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.