Polresta Banyumas Ungkap Penipuan Emas Palsu, Korban Rugi Rp. 26,4 Juta

Caption Foto : barang bukti emas palsu ( Foto : Dok. Polresta Banyumas )

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS — Polresta Banyumas mengungkap kasus dugaan penipuan jual beli emas palsu yang merugikan korban hingga Rp26,455 juta. Dua pria ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk peralatan yang diduga digunakan untuk mengolah logam.

Kedua tersangka masing-masing berinisial F alias B (46) dan TN alias R (37). Keduanya merupakan warga Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah korban berinisial NHP, warga Kecamatan Karanglewas, melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi pada 15 September 2026.

Peristiwa bermula pada 2 Juli 2026 ketika korban menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.

Dalam komunikasi tersebut, pelaku menawarkan emas dan mengajak korban bertemu untuk melakukan transaksi secara tunai.

Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut

Transaksi Berlangsung di SPBU

Pertemuan kemudian dilakukan sekitar pukul 21.12 WIB di pintu masuk SPBU Pertamina 44.531.16, Jalan Jenderal Soepardjo Roestam, Sokaraja Kulon.

Pelaku menawarkan dua kalung model nori dan milano dengan berat keseluruhan 19 gram. Perhiasan tersebut disebut memiliki kadar 16 karat.

Korban sempat melakukan pengujian menggunakan batu uji emas dan cairan penguji. Hasil pemeriksaan awal membuat korban percaya bahwa perhiasan yang ditawarkan merupakan emas asli.

Pelaku juga mengaku perhiasan tersebut merupakan milik kakaknya yang dipinjam karena membutuhkan uang untuk membeli sepeda motor bagi anaknya.

Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam

Setelah terjadi tawar-menawar, harga disepakati Rp1,43 juta per gram. Berat 19 gram kemudian dikurangi 0,5 gram sehingga perhiasan dihitung 18,5 gram.

Korban selanjutnya menyerahkan uang tunai Rp26.455.000.

Pemeriksaan Ulang Bongkar Emas Palsu

Beberapa jam setelah transaksi, korban kembali memeriksa perhiasan tersebut.

Sekitar pukul 23.00 WIB, korban membawa kalung ke rumah saksi EP di wilayah Purwokerto Barat. Perhiasan kemudian diperiksa kembali di rumah saksi FR.

Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare

Kali ini hasilnya berbeda.

Setelah diuji menggunakan batu uji emas dan cairan penguji, kedua kalung tersebut dinyatakan palsu.

Korban yang mengalami kerugian Rp26,455 juta kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Polisi Sita Peralatan Pengolahan Logam

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengarah kepada dua tersangka. Sejumlah barang bukti kemudian diamankan penyidik.

Baca juga: 5 Cafe Kekinian yang Ramai di Purwokerto, Cocok untuk Nongkrong dan Ngopi

Di antaranya kalung yang diduga emas palsu, tangkapan layar percakapan WhatsApp, lempeng logam perak, satu unit sepeda motor, serta dua telepon seluler.

Polisi juga menemukan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan pembuatan atau pengolahan perhiasan, yakni gelas pyrex, kowi, alat patri, pinset, adaptor, hand rolling mill atau alat giling perhiasan, serta timbangan digital.

"Kedua tersangka diproses atas dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," kata Petrus.

Kedua tersangka terancam pidana penjara paling lama empat tahun.

Polresta Banyumas mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi emas, terutama apabila penawaran datang dari nomor yang tidak dikenal.

Baca juga: Kebun Teh Panama Wonosobo, Wisata Sejuk dengan Hamparan Hijau dan Spot Foto Estetik

Pemeriksaan kadar dan keaslian emas disarankan dilakukan di tempat atau lembaga yang memiliki kompetensi sebelum pembayaran dilakukan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: