98 Pesepeda Taklukkan Jalur Menuju D’LAS Serang

Bupati Purbalingga Dorong Lahirnya Atlet Nasional
Banyumas Raya Olahraga
By Vivin  —  On Aug 16, 2026
Caption Foto : Peserta ajang Individual Road Race (IRR) Indonesia Cycling Federation (ICF) dilepas Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, Minggu (16/8/2026). (Foto : Dok. Prokompim Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Jalur menuju kaki Gunung Slamet di kawasan Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Minggu (16/8/2026), menjadi arena adu ketangguhan 98 pesepeda dalam ajang Individual Road Race (IRR) Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Purbalingga.

Para peserta dilepas langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif dari Halaman Pendopo Dipokusumo. Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, IRR tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet sepeda potensial.

Kegiatan yang digelar ICF Kabupaten Purbalingga bersama QUES Cycling Academy itu mengambil rute Pendopo Dipokusumo menuju D’LAS Serang. Setelah start semu dari Pendopo, rombongan peserta diregruping di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet.

Dari titik tersebut, peserta mulai menghadapi tantangan King of Mountain (KOM) hingga garis finis di pintu masuk D’LAS Serang yang berada di kawasan kaki Gunung Slamet.

Persaingan berlangsung lintas daerah. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Barlingmascakeb dan sejumlah daerah di Jawa Tengah, tetapi juga datang dari Aceh hingga Kalimantan Timur. Kategori yang dipertandingkan pun cukup beragam, mulai pra-youth hingga kelas master.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Ketua Panitia IRR, dr. Mohamad Leonardo mengatakan, ajang tersebut dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan atlet sepeda.

“Zero accident kemarin, mudah-mudahan hari ini juga zero accident,” jelasnya.

IRR menjadi bagian dari rangkaian kompetisi sepeda yang digelar selama dua hari. Sehari sebelumnya, Sabtu (15/8/2026), sebanyak 150 peserta mengikuti nomor Criterium yang berlangsung di runway Bandara Jenderal Besar Soedirman, Wirasaba, Kecamatan Bukateja.

Peserta Criterium berasal dari berbagai kelompok usia, mulai kategori challenge usia 10–12 tahun hingga master senior. Setelah itu, kompetisi berlanjut dengan nomor Cross Country (XC) di Bumi Perkemahan Munjuluhur yang diikuti sekitar 70 peserta.

Bangun Ekosistem Olahraga

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Bupati Fahmi Muhammad Hanif menyambut positif rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, event olahraga sepeda seperti IRR dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun ekosistem olahraga sekaligus menemukan atlet muda berbakat di Purbalingga.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga sangat siap mensupport olahraga sepeda di Purbalingga. Saya sangat berharap sedikit demi sedikit, secara bertahap, di Kabupaten Purbalingga kita kembangkan olahraga sepedanya,” ujar Fahmi.

Ia menegaskan, pembinaan olahraga sepeda tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan perlombaan. Pemerintah daerah berharap muncul atlet asal Purbalingga yang mampu menembus kompetisi tingkat nasional bahkan internasional.

“Mudah-mudahan bisa melahirkan atlet-atlet nasional atau bahkan internasional yang jadi kebanggaan Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Salah satu atlet yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut adalah Raditya Eto Wijaya. Atlet jebolan QUES Cycling Academy itu kini bergabung dengan Pontianak Wijaya Racing (PWR).

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

Fahmi menilai Eto merupakan salah satu contoh atlet muda yang memiliki peluang besar untuk berkembang apabila memperoleh pembinaan dan support system yang memadai.

“Nah ini salah satunya yang punya potensi adalah Mas Eto ini. Kita doakan semoga kariernya berkembang dan kalau nanti support system-nya bagus bukan tidak mungkin bisa berprestasi, bisa sampai ke Grand Tour internasional, sampai Tour de France, Giro d’Italia, Vuelta a España,” ungkapnya.

Selain mendorong pembinaan atlet, Pemkab Purbalingga juga membuka peluang agar event sepeda digelar secara rutin. Menurut Fahmi, karakter geografis Purbalingga dengan beragam jalur dan kontur dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai event road bike. IRR menuju Serang, kata dia, diharapkan menjadi langkah awal. Ke depan, jalur lain di wilayah Purbalingga juga dapat dikembangkan sebagai lintasan kompetisi dengan karakter yang berbeda.

“Kami sangat berharap ke depannya ini baru permulaan karena baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Purbalingga. Mungkin nanti bisa diselenggarakan bertahap, secara berkala. Misalkan sekarang ke Serang, nanti jalur-jalur lainnya,” jelas Fahmi.

Pengembangan olahraga sepeda juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan keamanan jalur. Infrastruktur yang semakin baik dinilai akan membuat aktivitas bersepeda lebih aman dan nyaman, sekaligus membuka peluang Purbalingga menjadi salah satu daerah tujuan event olahraga sepeda.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan

“Harapannya dengan cara ini berkembang persepedaan di Purbalingga, melahirkan atlet yang potensial berkiprah dan menjadi kebanggaan Purbalingga di ajang nasional maupun internasional,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: