ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Upaya menghidupkan kembali geliat pasar tradisional di Kabupaten Banyumas terus dilakukan. Tidak hanya mengandalkan aktivitas jual beli, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas kini menggagas konsep Festival Pasar sebagai salah satu strategi untuk menarik lebih banyak masyarakat datang dan berbelanja di pasar tradisional.
Gagasan tersebut akan diuji coba di Pasar Sokaraja, Kecamatan Sokaraja, bertepatan dengan selesainya proses revitalisasi pasar. Festival Pasar diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan wajah baru Pasar Sokaraja sekaligus mengembalikan pasar sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat.
Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE mengatakan, Festival Pasar direncanakan berlangsung selama dua hari. Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan para pedagang pasar, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk ikut memasarkan produk unggulan mereka.
Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting karena pasar tradisional tidak hanya dapat menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ruang promosi bagi produk lokal Banyumas.
“Dalam kondisi ekonomi sekarang ini, keluhan pasar sepi sering disampaikan pedagang dari berbagai pasar. Karena itu kita berupaya untuk meramaikan pasar, antara lain dengan menggelar festival pasar tersebut,” kata Gatot.
Baca juga: Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaat Main Bola untuk Anak Laki - Laki
Dalam konsep Festival Pasar, pelaku UMKM akan diberikan kesempatan untuk membuka lapak dan menawarkan beragam produk, mulai dari makanan hingga kerajinan khas daerah. Kehadiran produk-produk lokal tersebut diharapkan dapat menambah pilihan bagi pengunjung sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Tak berhenti pada aktivitas perdagangan, DKUKMP Banyumas juga menggandeng Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas untuk menghadirkan hiburan dan pertunjukan seni tradisional.
Sejumlah kesenian lokal seperti lengger, kenthongan maupun pertunjukan tradisional lainnya berpotensi menjadi bagian dari rangkaian Festival Pasar. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pasar yang lebih hidup, sehingga masyarakat memiliki alasan tambahan untuk berkunjung.
“Pelaku UMKM kita beri ruang untuk berjualan makanan ataupun kerajinan khas wilayah tersebut, kemudian ada juga hiburan sederhana, mungkin bisa pentas lengger, kenthongan ataupun lainnya,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, masyarakat yang datang ke pasar tidak hanya memiliki tujuan untuk berbelanja. Mereka juga dapat menikmati pertunjukan seni dan mengenal berbagai produk UMKM lokal. Sebaliknya, pengunjung yang awalnya datang untuk menyaksikan hiburan diharapkan tertarik untuk berbelanja dan mencoba produk yang ditawarkan pedagang maupun pelaku UMKM.
Baca juga: Sampah Jadi Energi, Jateng Raih Penghargaan Berkat Strategi Pengelolaan Berbasis Kawasan
“Sehingga pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga terhibur dan bagi yang awalnya berniat hanya menonton pertunjukan, diharapkan bisa kemudian berbelanja juga,” terang Gatot.
Festival Pasar Akan Digelar Bergilir
DKUKMP Banyumas merencanakan Festival Pasar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial saat revitalisasi Pasar Sokaraja selesai. Jika uji coba tersebut berjalan baik, kegiatan serupa akan digelar secara berkala dengan lokasi yang berganti-ganti.
Konsep festival yang berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya diharapkan mampu memberikan warna berbeda bagi setiap pasar tradisional di Banyumas. Setiap pasar nantinya dapat mengangkat potensi lokal, baik dari sisi produk UMKM, kuliner, kesenian maupun karakter khas wilayahnya.
Dalam pelaksanaannya, DKUKMP Banyumas akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pedagang pasar, pelaku UMKM, pihak swasta dan lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci agar Festival Pasar tidak hanya ramai saat acara berlangsung, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan setelah festival selesai.
Baca juga: Kekerasan Perempuan dan Anak di Banyumas-Cilacap Jadi Sorotan, Setya Ari Dorong Ketahanan Keluarga
Gagasan ini sekaligus menjadi upaya untuk menjadikan pasar tradisional lebih adaptif terhadap perubahan kebiasaan masyarakat. Pasar tetap menjadi tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang interaksi, promosi produk lokal dan hiburan berbasis budaya.
Jika konsep tersebut dapat berjalan secara konsisten, setiap pasar tradisional di Banyumas bukan tidak mungkin memiliki daya tarik dan identitasnya masing-masing. Pasar tidak lagi sekadar tempat membeli kebutuhan rumah tangga, tetapi menjadi ruang ekonomi rakyat yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
Pada akhirnya, menghidupkan pasar tradisional bukan hanya tentang membuatnya ramai dalam satu atau dua hari. Lebih dari itu, diperlukan kreativitas dan kolaborasi berkelanjutan agar masyarakat kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama untuk berbelanja.
Festival Pasar yang digagas DKUKMP Banyumas juga selaras dengan Program Trilas Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, khususnya Trilas ke-7, yaitu revitalisasi pasar tradisional yang aman dan nyaman. Dari Pasar Sokaraja, semangat untuk menghidupkan kembali pasar tradisional diharapkan dapat terus bergerak ke pasar-pasar lainnya, sekaligus membuka ruang yang semakin luas bagi pedagang dan UMKM lokal untuk tumbuh bersama. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.