Banner Utama

Wagub Jateng Perintahkan Penguatan SOP MBG Usai Temuan Roti Berjamur di Blora

Daerah
By Vivin  —  On Feb 25, 2026
Caption Foto : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan perlunya pengetatan standar operasional pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi tersebut mencakup seluruh rantai layanan, mulai dari proses pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada peserta didik.

Penegasan itu disampaikan menyusul ditemukannya roti berjamur dalam paket MBG di Blora beberapa hari lalu. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh penyelenggara agar meningkatkan pengawasan mutu pangan.

“Saya berharap SPPG-SPPG benar-benar diedukasi dan memperketat pelaksanaan standar operasional,” ujar Taj Yasin di Semarang, Rabu (25/2/2026).

Sebagai Ketua Kelompok Kerja Percepatan Pelaksanaan MBG Jawa Tengah, ia memastikan pemerintah telah menyiapkan mekanisme pengawasan berlapis. Setiap kelalaian dalam penyediaan menu, tegasnya, akan ditindak melalui audit hingga pemberian sanksi tegas bagi unit yang terbukti melanggar.

Ia menjelaskan, pelanggaran serius tidak menutup kemungkinan berujung pada evaluasi menyeluruh, bahkan penghentian operasional SPPG terkait jika ditemukan ketidaksesuaian standar yang membahayakan.

Baca juga: Perbaikan Jalan Semarang–Godong Dikebut, Target Fungsional Sebelum Arus Mudik

MBG Ramadan

Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin juga menyinggung penyesuaian distribusi MBG selama Ramadan. Pemerintah menerima masukan dari tokoh agama agar pola penyaluran makanan mempertimbangkan siswa yang menjalankan ibadah puasa.

“Terkait Ramadan memang akan ada pengaturan khusus. Program harus tetap berjalan, tetapi juga menghormati kondisi siswa yang berpuasa,” katanya.

Taj Yasin menambahkan, setiap menu yang dinilai tidak layak akan menjadi bahan evaluasi cepat. Ia sekaligus mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan laporan dan masukan demi perbaikan program.

Sebagai informasi, sebanyak 349 roti dalam paket MBG yang dikirim ke SMP Negeri 5 Blora pada Selasa (24/2/2026) terindikasi berjamur. Pihak sekolah memilih tidak membagikan roti tersebut kepada siswa dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia.

Baca juga: D’Modifest 2026 Semarang Menggelegar, Panggung Modest Fashion Jateng Siap Tembus Pasar Dunia

Langkah cepat sekolah dinilai sebagai bentuk kewaspadaan dalam menjaga keamanan konsumsi peserta didik. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna memperkuat pengawasan kualitas program MBG di masa mendatang.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: