ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Di tengah menjamurnya makanan cepat saji dan kuliner modern, sejumlah makanan tradisional khas Banyumas masih bertahan dan menjadi pengingat akan kehidupan masyarakat pada masa lampau. Hidangan-hidangan sederhana yang dahulu akrab di meja makan maupun pasar tradisional kini justru menjadi kuliner yang banyak dicari karena cita rasanya yang khas dan sarat nilai budaya.
Salah satu makanan yang paling melekat dengan Banyumas adalah mendoan. Berbeda dengan tempe goreng pada umumnya, mendoan dibuat dari tempe tipis yang dibalut adonan tepung berbumbu dan digoreng setengah matang. Teksturnya yang lembut dipadukan dengan sambal kecap bercampur cabai rawit membuat makanan ini tetap menjadi favorit lintas generasi.
Selain mendoan, masyarakat Banyumas tempo dulu juga akrab dengan getuk goreng Sokaraja. Makanan berbahan dasar singkong yang dihaluskan, diberi gula merah, kemudian digoreng ini dikenal memiliki cita rasa manis dengan aroma khas. Getuk goreng telah menjadi salah satu oleh-oleh legendaris dari Banyumas yang tetap bertahan hingga sekarang.
Kuliner lain yang tak kalah populer adalah soto Sokaraja. Berbeda dengan soto dari daerah lain, hidangan ini memiliki kuah gurih yang disajikan bersama ketupat, irisan daging, tauge, dan taburan sambal kacang yang memberikan rasa khas. Kerupuk cantir yang renyah juga menjadi pelengkap yang sulit dipisahkan dari sajian ini.
Pada masa lalu, masyarakat pedesaan juga sering menikmati grontol jagung, makanan sederhana yang dibuat dari jagung rebus dan disajikan dengan parutan kelapa serta sedikit garam. Hidangan ini menjadi sumber energi sekaligus camilan yang mudah dibuat ketika hasil panen jagung melimpah.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Ada pula gembus, makanan berbahan ampas tahu yang diolah menjadi tempe gembus. Dulu, makanan ini menjadi lauk sederhana bagi masyarakat karena harganya terjangkau dan mudah diperoleh. Meski sederhana, gembus tetap digemari hingga kini, baik digoreng maupun dimasak bersama sayur.
Beragam jajanan pasar seperti cenil, lupis, klepon, dan gatot juga pernah menjadi makanan favorit masyarakat Banyumas. Dibuat dari bahan-bahan lokal seperti singkong, ketan, dan tepung tapioka, jajanan tersebut umumnya disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair yang memberikan rasa manis alami.
Kuliner Tradisional yang Melegenda
Keberadaan makanan tradisional Banyumas tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner, tetapi juga mencerminkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan hasil bumi yang tersedia. Hampir seluruh hidangan dibuat dari bahan sederhana seperti singkong, jagung, kedelai, kelapa, dan rempah-rempah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Kini, berbagai makanan tradisional tersebut masih dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional, sentra kuliner, hingga warung legendaris di Banyumas. Kehadirannya menjadi bukti bahwa warisan kuliner daerah tetap memiliki tempat di hati masyarakat, sekaligus menjadi identitas budaya yang patut dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Melestarikan makanan tradisional bukan sekadar mempertahankan cita rasa masa lalu, tetapi juga menjaga sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah derasnya arus kuliner modern, hidangan khas Banyumas tetap mampu menghadirkan rasa nostalgia yang sulit tergantikan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.