Banner Utama

Cara Menabung untuk Umrah dari Nol, Target Rp40 Juta Bukan Lagi Sekadar Mimpi

Ekonomi
By Redaksi Orbit-News.com  —  On May 18, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Cara menabung untuk umrah sering dianggap sulit karena biaya keberangkatan yang tidak sedikit. Banyak orang memilih menunda niat beribadah ke Tanah Suci karena merasa harus memiliki penghasilan besar terlebih dahulu.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dengan perencanaan yang matang, target biaya umrah bisa dicapai secara bertahap, bahkan bagi mereka yang memulai dari nol.

Kunci utamanya bukan pada besarnya pendapatan saat ini, melainkan kedisiplinan mengatur keuangan dan konsistensi menyisihkan dana setiap bulan. Jika dilakukan sejak dini, impian berangkat umrah dapat terwujud lebih cepat. 

Sebelum mulai menabung, calon jemaah perlu mengetahui perkiraan biaya agar target keuangan menjadi lebih jelas.

Berdasarkan kisaran paket perjalanan umrah tahun 2026, biaya keberangkatan diperkirakan berada pada rentang berikut:

Baca juga: Jateng Bidik Investasi Hijau dari Tiongkok, Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek EBT hingga Pengolahan Sampah Jadi Energi

  • Paket ekonomi durasi 9 hari: sekitar Rp27 juta hingga Rp32 juta
  • Paket reguler 12 hari: sekitar Rp32 juta hingga Rp38 juta
  • Paket premium atau plus 12–14 hari: Rp40 juta sampai Rp55 juta
  • Paket VIP atau eksekutif: mulai Rp55 juta hingga Rp80 juta

Selain biaya paket, calon jemaah juga disarankan menyiapkan dana tambahan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk kebutuhan pribadi, oleh-oleh, maupun biaya tak terduga. Dengan perhitungan tersebut, target tabungan ideal untuk umrah berada di kisaran Rp35 juta sampai Rp50 juta, tergantung pilihan paket dan rencana keberangkatan.

Strategi Menabung untuk Umrah agar Target Cepat Tercapai

1. Tetapkan Target Keberangkatan Sejak Awal

Menentukan jadwal keberangkatan akan membantu menghitung kebutuhan tabungan bulanan. Misalnya, seseorang ingin berangkat umrah pada tahun 2027 dengan target dana Rp40 juta dan waktu persiapan 15 bulan. Artinya, dana yang perlu disisihkan setiap bulan sekitar Rp2,7 juta. Semakin jelas target waktunya, semakin mudah membuat strategi keuangan.

2. Pisahkan Rekening Khusus Dana Umrah

Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen, Ramdan Denny Prakoso: Langkah Antisipasi Gejolak Global dan Jaga Rupiah

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur tabungan umrah dengan rekening harian. Cara ini membuat dana mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Solusinya, buka rekening khusus yang hanya digunakan untuk tabungan ibadah. Jika memungkinkan, pilih rekening tanpa kartu ATM agar akses dana lebih terbatas.

3. Gunakan Sistem Autodebet dari Gaji

Menabung secara manual terkadang membuat seseorang lupa atau tergoda menggunakan uang untuk kebutuhan lain. Karena itu, sistem autodebet bisa menjadi solusi praktis. Atur pemindahan dana otomatis setiap kali gaji masuk sehingga tabungan langsung tersisih sebelum dipakai. Metode ini terbukti lebih efektif menjaga konsistensi.

4. Mulai dari Nominal Kecil tapi Rutin

Banyak orang menunggu memiliki uang besar untuk mulai menabung. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus justru lebih efektif. Contoh pola tabungan yang bisa diterapkan antara lain:

Baca juga: 10 Tips Memilih Reksa Dana untuk Dana Pensiun agar Masa Tua Lebih Tenang dan Finansial Tetap Aman

  • Rp20 ribu setiap hari
  • Rp100 ribu setiap minggu
  • Rp1 juta per bulan

Nominal kecil tidak menjadi masalah selama dilakukan secara rutin.

5. Alokasikan Bonus dan THR untuk Dana Umrah

Pendapatan tambahan seperti bonus tahunan, komisi, atau THR dapat mempercepat pencapaian target. Agar lebih optimal, gunakan pola pembagian:

  • 70 persen masuk tabungan umrah
  • 30 persen untuk kebutuhan pribadi

Strategi ini membantu mempercepat pengumpulan dana tanpa mengganggu pengeluaran utama.

Baca juga: Gaji UMP Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Menabung dan Cara Mewujudkannya di Tengah Harga Properti Naik

6. Evaluasi Pengeluaran yang Sering Tidak Disadari

Pengeluaran kecil sering kali dianggap sepele, padahal jika dilakukan terus-menerus nilainya bisa cukup besar dan menghambat target tabungan umrah. Beberapa pengeluaran yang perlu diperhatikan antara lain kebiasaan membeli kopi setiap hari, langganan aplikasi yang jarang digunakan, belanja impulsif, hingga terlalu sering makan di luar rumah. Mengurangi sebagian pengeluaran tersebut dapat memberikan ruang tambahan untuk menyisihkan dana ke tabungan umrah tanpa harus mengubah kondisi keuangan secara drastis.

8. Cari Sumber Penghasilan Tambahan

Jika pendapatan utama dirasa belum cukup untuk mengejar target, mencari pemasukan tambahan bisa menjadi solusi yang efektif. Peluang ini bisa berasal dari berbagai aktivitas seperti berjualan secara online, menjadi reseller, mengambil pekerjaan freelance, atau membuka jasa sesuai kemampuan yang dimiliki. Tambahan penghasilan meski tidak terlalu besar tetap dapat membantu mempercepat pengumpulan dana umrah apabila dilakukan secara konsisten.

Baca juga: Ingin Umrah Tanpa Nunggu Lama? Ini Strategi Menabung yang Wajib Dicoba

9. Manfaatkan Investasi Berbasis Syariah

Selain menabung secara konvensional, dana umrah juga dapat dialokasikan ke instrumen investasi syariah agar nilainya tetap terjaga dari dampak inflasi. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan meliputi tabungan haji atau umrah, deposito syariah, reksadana syariah, hingga investasi emas. Namun sebelum memilih instrumen tertentu, penting untuk menyesuaikannya dengan jangka waktu keberangkatan serta profil risiko agar tujuan keuangan tetap aman dan terarah.

Biaya perjalanan umrah cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, menunda persiapan hanya akan membuat target dana semakin besar. Memulai dari nominal kecil hari ini jauh lebih baik dibanding menunggu kondisi ideal yang belum tentu datang. Dengan perencanaan matang dan disiplin, impian berangkat ke Tanah Suci bukan lagi sekadar harapan, tetapi target yang realistis untuk diwujudkan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: