ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Cara menabung untuk umrah sering dianggap sulit karena biaya keberangkatan yang tidak sedikit. Banyak orang memilih menunda niat beribadah ke Tanah Suci karena merasa harus memiliki penghasilan besar terlebih dahulu.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dengan perencanaan yang matang, target biaya umrah bisa dicapai secara bertahap, bahkan bagi mereka yang memulai dari nol.
Kunci utamanya bukan pada besarnya pendapatan saat ini, melainkan kedisiplinan mengatur keuangan dan konsistensi menyisihkan dana setiap bulan. Jika dilakukan sejak dini, impian berangkat umrah dapat terwujud lebih cepat.
Sebelum mulai menabung, calon jemaah perlu mengetahui perkiraan biaya agar target keuangan menjadi lebih jelas.
Berdasarkan kisaran paket perjalanan umrah tahun 2026, biaya keberangkatan diperkirakan berada pada rentang berikut:
Selain biaya paket, calon jemaah juga disarankan menyiapkan dana tambahan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk kebutuhan pribadi, oleh-oleh, maupun biaya tak terduga. Dengan perhitungan tersebut, target tabungan ideal untuk umrah berada di kisaran Rp35 juta sampai Rp50 juta, tergantung pilihan paket dan rencana keberangkatan.
Strategi Menabung untuk Umrah agar Target Cepat Tercapai
1. Tetapkan Target Keberangkatan Sejak Awal
Menentukan jadwal keberangkatan akan membantu menghitung kebutuhan tabungan bulanan. Misalnya, seseorang ingin berangkat umrah pada tahun 2027 dengan target dana Rp40 juta dan waktu persiapan 15 bulan. Artinya, dana yang perlu disisihkan setiap bulan sekitar Rp2,7 juta. Semakin jelas target waktunya, semakin mudah membuat strategi keuangan.
2. Pisahkan Rekening Khusus Dana Umrah
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur tabungan umrah dengan rekening harian. Cara ini membuat dana mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Solusinya, buka rekening khusus yang hanya digunakan untuk tabungan ibadah. Jika memungkinkan, pilih rekening tanpa kartu ATM agar akses dana lebih terbatas.
3. Gunakan Sistem Autodebet dari Gaji
Menabung secara manual terkadang membuat seseorang lupa atau tergoda menggunakan uang untuk kebutuhan lain. Karena itu, sistem autodebet bisa menjadi solusi praktis. Atur pemindahan dana otomatis setiap kali gaji masuk sehingga tabungan langsung tersisih sebelum dipakai. Metode ini terbukti lebih efektif menjaga konsistensi.
4. Mulai dari Nominal Kecil tapi Rutin
Banyak orang menunggu memiliki uang besar untuk mulai menabung. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus justru lebih efektif. Contoh pola tabungan yang bisa diterapkan antara lain:
Baca juga: 10 Tips Memilih Reksa Dana untuk Dana Pensiun agar Masa Tua Lebih Tenang dan Finansial Tetap Aman
Nominal kecil tidak menjadi masalah selama dilakukan secara rutin.
5. Alokasikan Bonus dan THR untuk Dana Umrah
Pendapatan tambahan seperti bonus tahunan, komisi, atau THR dapat mempercepat pencapaian target. Agar lebih optimal, gunakan pola pembagian:
Strategi ini membantu mempercepat pengumpulan dana tanpa mengganggu pengeluaran utama.
Baca juga: Gaji UMP Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Menabung dan Cara Mewujudkannya di Tengah Harga Properti Naik
6. Evaluasi Pengeluaran yang Sering Tidak Disadari
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.