ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Panitia penyelenggara Speed Fest Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift 2026 menegaskan bahwa para drifter tidak memiliki keterkaitan dengan insiden ambruknya tribun VIP di GOR Satria Purwokerto, Banyumas. Penyelenggara memastikan peristiwa tersebut terjadi setelah seluruh rangkaian opening ceremony dan pembagian hadiah selesai dilaksanakan.
Penegasan itu disampaikan Ketua Penyelenggara Speed Fest Kejurnas Drift 2026, Yoshua Ernest Yonathan, dalam konferensi pers yang digelar Senin (27/7/2026) malam. Selain meluruskan informasi yang beredar, panitia juga menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh penanganan korban yang terdampak insiden tersebut.
"Kami bertanggung jawab penuh dalam memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan para korban beserta keluarga," kata Yoshua.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 90 korban menjalani perawatan di 11 rumah sakit di wilayah Purwokerto dan Banyumas setelah tribun VIP ambruk pada Minggu (26/7/2026). Menyusul kejadian tersebut, pelaksanaan Speed Fest Kejurnas Drift 2026 untuk sementara dihentikan hingga proses penyelidikan selesai.
Yoshua menjelaskan, anggapan bahwa insiden dipicu aksi parade atau selebrasi para drifter tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, saat tribun roboh, seluruh agenda seremonial telah berakhir sehingga para drifter tidak dapat dikaitkan dengan penyebab kejadian.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
"Opening ceremony sudah selesai, pembagian hadiah juga sudah selesai. Tidak lama setelah itu baru tribun VIP roboh. Jadi parade, ceremony, maupun selebrasi bukan penyebab kejadian ini dan para drifter tidak bisa disalahkan," tegasnya.
Menjadi Evaluasi
Di sisi lain, panitia mengakui insiden tersebut menjadi evaluasi besar, terutama menyangkut aspek keamanan serta konstruksi tribun yang digunakan selama penyelenggaraan ajang balap tersebut.
"Kejadian ini menjadi evaluasi yang sangat penting bagi kami untuk meninjau kembali konstruksi yang disediakan vendor dalam penyelenggaraan event ke depan," ujarnya.
Wakil Ketua Penyelenggara, Putri Danizar, menambahkan bahwa parade kendaraan maupun pembagian merchandise merupakan bagian yang lazim dilakukan dalam berbagai kejuaraan drifting dan selama ini telah menjadi rangkaian acara yang umum.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
"Sebenarnya parade maupun pembagian merchandise itu sudah menjadi bagian yang biasa dilakukan dalam event-event drifting lainnya," katanya.
Panitia juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban menjadi tanggung jawab penyelenggara. Pembiayaan tersebut mencakup tindakan operasi, rawat inap, obat-obatan hingga proses pemulihan para korban.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun VIP. Panitia menyatakan siap bekerja sama dengan penyidik dan mendukung penuh proses investigasi agar penyebab insiden dapat diketahui secara menyeluruh sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan event serupa di masa mendatang. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.