ORBIT-NEWS.COM, KENDAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin menghabiskan akhir pekannya dengan berkeliling ke tiga pondok pesantren di Kabupaten Kendal. Dalam sehari, ia menyalurkan tali asih (bisyaroh) kepada 25 santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jateng dalam memberikan apresiasi kepada para penghafal kitab suci sekaligus memperkuat perhatian terhadap pendidikan berbasis keagamaan di lingkungan pesantren. Tiga pondok pesantren yang dikunjungi yakni Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin di Kecamatan Patebon, Pondok Pesantren Fatkhu Ulumil Qur'an di Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring, serta Pesantren Daar Al-Qur'an Pucakwangi di Kecamatan Pageruyung.
Saat menghadiri Haflah Haul dan Khotmil Qur'an di Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin, Gus Yasin menegaskan, program bisyaroh tidak hanya diperuntukkan bagi penghafal Al-Qur'an. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga membuka kesempatan yang sama bagi pemeluk agama lain yang menghafalkan kitab sucinya.
"Program tali asih ini bukan khusus Al-Qur'an. Tetapi bagi orang-orang yang menghafalkan kitab suci sesuai agamanya,” katanya.
Penghargaan Untuk Penjaga Kitab Suci
Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan pemerintah kepada masyarakat yang menjaga, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai kitab suci dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa program tersebut mengedepankan semangat toleransi dan keadilan, sehingga tidak membedakan latar belakang agama para penerimanya.
"Kami ingin memberikan penghormatan kepada siapa saja yang menjaga kitab sucinya. Program ini terbuka untuk semua penghafal kitab suci," tegasnya.
Selain menyerahkan bisyaroh kepada para hafiz, Gus Yasin juga memberikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi Qurani. Menurutnya, pendidikan Al-Qur'an di pesantren menjadi bekal penting bagi para santri dalam menjalani kehidupan sekaligus membangun karakter yang kuat.
Ia juga mengingatkan para penghafal Al-Qur'an agar tidak berhenti setelah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Sebaliknya, mereka diminta terus menjaga hafalan dengan rutin membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an.
"Semoga semakin semangat menghafal, semakin sering khatam Al-Qur'an," pesannya. (*)
Baca juga: Kerja Sama Jateng-Malaka Diperluas, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru Antar Pesantren
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.