ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan rasa duka mendalam atas kecelakaan maut di perlintasan sebidang kereta api Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Senin (20/7/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan dua siswa sekolah dasar meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Ahmad Luthfi memastikan pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap penanganan korban yang selamat. Ia meminta rumah sakit memberikan pelayanan medis terbaik dan menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk terus berkoordinasi selama proses perawatan berlangsung.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran," kata Luthfi.
Menurutnya, musibah tersebut menjadi duka yang sangat mendalam karena terjadi ketika anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru. Ia mengajak seluruh masyarakat mendoakan korban yang meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta berharap dua korban lainnya segera pulih.
"Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan," katanya.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban dan memastikan seluruh kebutuhan perawatan medis korban ditanggung secara maksimal.
"Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan," tegasnya.
Dua Korban Meninggal
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang melintasi rel kereta api saat kereta barang melaju dari arah barat menuju timur. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak hingga para penumpangnya terpental ke pembatas jalan.
Korban meninggal diketahui berinisial HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Sementara dua korban lainnya, ZIA (12) dan Rujito (45), sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang, namun Rujito meninggal saat menjalani perawatan.
Baca juga: DPU Banyumas Ingatkan Pentingnya PBG dan SLF, Legalitas Bangunan Dukung Keamanan dan Kenyamanan
Hasil penyelidikan sementara kepolisian menyebutkan petugas perlintasan sebenarnya telah menutup palang pintu dan memberikan isyarat peringatan kepada pengguna jalan. Namun, pengendara sepeda motor diduga tetap nekat melintasi rel sehingga bagian belakang kendaraan tersambar kereta barang yang sedang melintas.
Akibat benturan keras tersebut, seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menanggapi kejadian itu, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan tidak mengambil risiko saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlebih ketika petugas telah memberikan aba-aba atau sirene peringatan mulai berbunyi.
"Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti," tuturnya.
Luthfi menambahkan, laju kereta api sering kali sulit diperkirakan baik dari sisi kecepatan maupun jaraknya. Karena itu, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan instruksi petugas merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
"Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali," pungkasnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.